Terima Kunjungan Wisatawan,  Kebun Raya Bali masih Berlakukan Fase I

Pihak Kebun Raya Bali atau Kebun Raya Eka Karya Bali di Bedugul, Kecamatan Baturiti, masih memberlakukan pembatasan dengan menerapkan fase I untuk menerima kedatangan wisatawan ke objek yang mengandalkan keindahan alam ini.

NIKMATI - Sejumlah wisatawan sedang menikmati keindahan Kebun Raya Bali.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pihak Kebun Raya Bali atau Kebun Raya Eka Karya Bali di Bedugul, Kecamatan Baturiti, masih memberlakukan pembatasan dengan menerapkan fase I untuk menerima kedatangan wisatawan ke objek yang mengandalkan keindahan alam ini. Padahal sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bali telah memberi sejumlah kelonggaran namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seiring keputusan perpanjangan PPKM Mikro.

“Perpanjangan PPKM Mikro disertai sejumlah kelonggaran itu tidak kami sikapi dengan meningkatkan pembatasan jumlah kunjungan yang diatur melalui sejumlah fase,” tutur Manajer Operasional Kebun Raya Eka Karya Bali, Tito Saputra, Senin (15/3) kemarin.

Diterangkannya, hingga saat ini Kebun Raya Bali masih memberlakukan fase I untuk menerima kunjungan wisatawan yang datang. Artinya, hanya 2.000 orang dan 350 mobil dalam satu waktu bersamaan berada di dalam kawasan Kebun Raya Bali. Pemberlakukan fase I ini sudah dilakukan sejak Desember 2020 lalu.

Masih diberlakukannya fase I untuk menerima kunjungan ini didasari pada jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Kebun Raya Bali masih di bawah kuota yang diatur dalam pembatasan tersebut. Meski begitu, jika nantinya PPKM sangat dilonggarkan, pihaknya mungkin akan meningkatkan fase atau jumlah batasan kunjungan. “Diperpanjangnya PPKM Mikro disertai kelonggaran sejumlah kegiatan rasanya tidak terlalu berdampak signifikan pada angka kunjungan. Itu pula membuat kami belum berpikir untuk menaikan fase ke level berikutnya,” ujarnya.

Selama diberlakukannya fase I, jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Kebun Raya Bali mencapai 1.000 – 2.000 orang per hari pada Sabtu dan Minggu. Sebagian besar wisatawan yang datang merupakan kalangan masyarakat lokal untuk bersantai menikmati keindahan alam. ‘’Kunjungan di tengah pandemi ini selalu kami pantau terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di lapangan. Ada satgas yang melakukan patroli keliling kawasan objek,” pungkas Tito Saputra. *man

BAGIKAN