Terdampak Covid-19, Transaksi di ”Money Changer” Terjun Bebas hingga 95 Persen

Mewabahnya covid-19 atau virus corona berdampak pada penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali.

Mangupura (bisnisbali.com) –Mewabahnya covid-19 atau virus corona berdampak pada penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Tidak hanya itu, turunnya jumlah wisaman di daerah ini mengakibatkan terjun bebasnya transaksi Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) bukan bank atau masyarakat kenal money changer.

Seperti diakui Direktur PT Bali Primadana Gemilang, Julianto yang bergerak di KUPVA bukan bank di Kuta, Rabu (8/4). Kata dia, pelaku usaha money changer ikut terdampak covid-19.
“Transaksi di KUPVA mengalami penurunan hingga 95 persen semenjak pengumuman adanya covid-19,” katanya.
Ia yang juga sebagai Koordinator KUPVA Wilayah Kuta ini menyebutkan penurunan terus terjadi, terlebih Indonesia belum mengeluarkan visa bagi wisatawan mancanegara yang berlibur ke dalam negeri sehingga tidak ada tamu yang berkunjung dan melakukan transaksi penukaran uang. Beberapa pelaku usaha bahkan sudah melaporkan beberapa kantornya tutup sementara ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali.
“Sepi transaksi karena tidak ada tamu. Walaupun ada hanya 5 persen,” ujarnya.

Itu pun mereka yang menukarkan uang ke KUPVA tidak setiap hari seperti di Jakarta rata rata masih dari kalangan bisnis atau sejenisnya. Di Bali, ada transaksi kalangan pebisnis namun juga terdampak covid-19. Jumlah mereka juga tidak besar mengingat 95 persen transaksi berasal dari wisman yang datang untuk berlibur.
Berbicara jumlah transaksi bila dibandingkan hari normal, kata dia, saat ini rata-rata hitungan Rp10 juta per hari atau paling banyak mencapai Rp20 juta. Transaksi ini turun drastic dari normalnya bisa menembus Rp200 juta hingga Rp300 juta per kantor setiap hari.
Akibat kondisi tersebut, diakui Julianto, ia menerapkan libur bagi karyawan masing-masing tiga hari. Jam kerja juga dikurangi dengan jam buka mulai 09.00-16.00 waktu setempat. Ada pula kantor yang buka biasanya pukul 08.00-23.00 waktu setempat kini pukul 20.00 waktu setempat sudah tutup karena sepi transaksi.
Adanya pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang sebelumnya ada lonjakan transaksi, kini ikut sepi transaksi. Pelaku KUPVA ikut terpukul dari biasanya pelaku pariwisata diuntungkan dengan adanya penguatan dolar kini tidak ada transaksi tukar.*dik

BAGIKAN