Terdampak Corona, UMKM Perlu Lakukan Terobosan

Kadis Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Bali, Wayan Mardiana mengaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat merasakan dampak dari merebaknya corona virus disease 2019 (covid-19).

Denpasar (bisnisbali.com)-Kadis Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Bali, Wayan Mardiana mengaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat merasakan dampak dari merebaknya corona virus disease 2019 (covid-19). Produk yang dihasilkan UMKM selama ini banyak terserap oleh sektor pariwisata.

Dikatakan, UMKM tetap berproduksi seperti biasa, sementara permintaan menurun. “Akibat kunjungan wisatawan menurun, otomatis permintaan juga turun. Hal ini tentunya sangat berpengaruh pada pendapatan UMKM kita,” papar Mardiana, Senin (16/3) di Renon Denpasar.

Permintaan pihak hotel dan restoran menurun, termasuk juga penjualan oleh-oleh. “Kami cuma bisa mengimbau kepada pelaku UMKM agar meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sehingga bisa bersaing di tingkat nasional,” ucapnya.

Dikatakan, pihaknya tengah berupaya mencari langkah terobosan agar UMKM tersebut dapat bertahan. Selama ini, di pasar domestik diakui produk UMKM kita kurang mampu bersaing. “Dari segi kualitas kita biasanya kalah, makanya kalau kita menyasar pasar domestik kurang bisa bersaing. Kontinuitas biasanya UMKM kita tidak bisa memenuhi,” tukasnya.

Untuk menghidupkan UMKM, pihaknya mengaku akan menggencarkan pameran dan pasar murah untuk menggairahkan usaha mikro kecil. “Kami juga fasilitasi UMKM untuk mengakses permodalan murah di perbankan dengan mekanisme KUR, tanpa agunan dengan syarat surat izin usaha mikro kecil dari kepala desa,” ucapnya.

Sementara terkait dengan perkembangan koperasi produksi seperti koperasi manggis, dikatakan, tidak ada kendala, karena ekspor manggis ke Tiongkok sudah mulai berjalan lagi. “Permintaan manggis dari Tiongkok sudah ada. Cuma kendalanya penerbangan langsung ke sana yang masih belum ada sehingga harus transit dulu lewat Thailand,” pungkasnya. *pur

BAGIKAN