Terapkan Prokes Covid-19 Ketat, Bisnis EO Kembali Menggeliat

Sejumlah bisnis event organizer (EO) kembali mulai menggeliat, setelah sebelumnya sepi order karena dampak pandemi Covid-19.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sejumlah bisnis event organizer (EO) kembali mulai menggeliat, setelah sebelumnya sepi order karena dampak pandemi Covid-19. Geliat usaha EO dibarengi penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan penyesuaian harga kegiatan seiring menurunnya daya beli masyarakat saat ini.

“Sejak dua bulan terakhir bisnis EO sudah mulai menggeliat kembali setelah sempat stagnan karena sepi order dampak pandemi Covid-19,” tutur pemilik Inna Event, Inna Wisnadewi, saat dimintai konfirmasinya di Tabanan, Minggu (15/11) kemarin.

Diterangkannya, saat ini sejumlah kegiatan dalam skup terbatas sudah mulai digelar oleh beberapa kalangan. Di antaranya dari kalangan usaha waralaba, usaha otomotif, produk minuman hingga salah satu penyedia layanan operator telekomunikasi. Seiring dengan itu, order EO untuk menangani acara juga mulai kembali menggeliat.

Bedanya, kegiatan di tengah pandemi Covid-19 ini rata-rata digelar dengan syarat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Artinya, jumlah peserta yang terlibat dalam acara dibatasi serta diharuskan menjaga jarak, menggunakan masker dan menjalani pengecekan suhu tubuh.

Menurut Inna Wisnadewi, rata-rata kegiatan yang mulai banyak ditangani EO adalah ajang yang melibatkan jumlah peserta maksimal 25 orang. Misalnya lomba mewarnai kalangan anak-anak, lomba foto model dan kegiatan senam bersama. Kegiatan ini merupakan mini event dan penyelenggaraan kegiatan berlangsung dalam waktu tidak lama.

“Berbeda dengan sebelum masa pandemi Covid-19 yang bisa melibatkan hingga ratusan peserta, kini jumlah peserta dibatasi. Sebab, kami juga tidak mau nantinya malah melanggar prosedur kesehatan,” kilahnya.

Selain menerapkan prokes Covid-19 ketat, biaya yang dipungut dari peserta dalam kegiatan atau lomba mengalami penyesuaian. Misalnya, jika sebelumnya biaya pendaftaran peserta lomba mencapai Rp 100 ribu lebih, kini di masa pandemi Covid-19 akibat menurunnya daya beli masyarakat, biaya pendaftaran yang dikenakan dipatok lebih murah daripada biasanya.

“Dari segi pendapatan memang menjadi jauh menurun dibanding sebelumnya, namun terpenting kami juga ikut berperan dalam menerapkan prokes Covid-19 kepada masyarakat,” tandas Inna Wisnadewi.  *man

BAGIKAN