Terapi Mandi Uap ’’Meboreh’’ dengan Teknik Modern

Terapi mandi uap atau dalam ilmu pengobatan Ayur Weda disebut dengan  'Nadis Weda Ayur Weda' memiliki manfaat sama seperti memakai 'boreh' yang dilakukan oleh leluhur orang Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) –Terapi mandi uap atau dalam ilmu pengobatan Ayur Weda disebut dengan  ‘Nadis Weda Ayur Weda’ memiliki manfaat sama seperti memakai ‘boreh’ yang dilakukan oleh leluhur orang Bali. Herbalis, I Nyoman Sridana, S.Kes.H. M.Si., ditemui di sela-sela kegiatan bakti sosial kesehatan tradisional usada Bali, Kamis (27/2) di Art Center Denpasar mengatakan, terapi ini belum begitu dikenal oleh masyarakat Bali karena baru dikembangkan belajar dari ilmu Ayur Weda.

“Ini idenya dari pelajaran Ayur Weda yang kami terima di fakultas Ayur Weda di Universitas Hindu Indonesia. Kami belajar tentang tanaman yang sifatnya Kapa, pita dan pata, yang kemudian digabungkan dengan teknologi sederhana,” tutur Sridana.

Dengan menggunakan panci presto untuk merebus tanaman herbal yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Kemudian uap panas dari presto tersebut disalurkan menggunakan alat dan menyemprotkan pada badan pasien. “Tanaman yang kami gunakan pada presto adalah yang jenisnya pita yaitu tanaman berjenis panas seperti jahe, sentrong jangkep dan untuk antibakterinya kami gunakan daun intaran. Jadi secara umum mandi uap ini gunanya untuk menghangatkan badan, mengembangkan pembuluh darah sehingga setelah badan menjadi segar dan aliran darah lancar maka semua  nyeri dan ngilu akibat kedinginan itu akan hilang, jadi sangat efektif untuk mengatasi jenis penyakit keluhan tulang dan otot seperti rematik dan asam urat dapat diatasi,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan kalau masyarakat di Bali secara tradisi sudah biasa menggunakan ramuan boreh. Jadi terapi mandi uap ini merupakan pengganti dari penggunaan ramuan boreh. “Jadi kalau menggunakan boreh itu kan kelihatannya kotor makanya diganti dengan teknik ini di mana dengan ramuan itu direbus kemudian uapnya itu kita kompreskan ke badan jadi minyak atsirinya saja yang digunakan, sini ke sana tidak kotor dan kulit menjadi lebih halus. Setelah melakukan terapi ini pun, pasien dapat  langsung pergi ke kantor  atau ke mana pun tanpa  harus merasa risih karena kotor seperti bila menggunakan boreh,” tandasnya.

Terapi mandi uap ini belum banyak dikenal oleh masyarakat karena ilmu ini termasuk baru datang ke Bali. “Kami mempelajari ini dari dosen India kemudian teman saya di Fakultas Ayur Weda menelitinya kembali dan hasil penelitian tersebut ternyata cukup bagus sebagai pengganti dari aplikasi ramuan boreh, karena simpel dan bersih,” ucap Pemilik Herbal Taru Premana tersebut.

Untuk melakukan terapi ini dikatakan memang harus dilakukan secara berkelompok minimal 20 orang. “Kita menggunakan bahan ramuan yang cukup banyak dalam satu presto sehingga kalau hanya digunakan oleh sedikit orang kasihan bahan ramuannya terbuang. Makanya lebih baik tetapi ini dilakukan secara kolektif,” pungkas Sridana. *pur

BAGIKAN