Temui Menparekraf, Tokoh Pariwisata Bali Usulkan Beberapa Strategi

Adanya isu yang beredar baru-baru ini Bali akan disulap sebagai destinasi ramah wisatawan Muslim, membuat tokoh pariwisata di Bali tidak tinggal diam.

Denpasar (bisnisbali.com) –Adanya isu yang beredar baru-baru ini Bali akan disulap sebagai destinasi ramah wisatawan Muslim, membuat tokoh pariwisata di Bali tidak tinggal diam.

Beberapa tokoh pariwisata di Bali yang diinisiasi oleh Ketua PHRI Kabupaten Badung sekaligus Ketua BPPD Badung, IGAN Rai Surya Wijaya, S.E. MBA akhirnya menemui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama di Jakarta, sekaligus sebagai ajang audiensi dan beramah tamah.

Dalam pertemuan tersebut Menparekraf Wishnutama menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak terutama para tokoh pariwisata Bali, bahwa dirinya tidak ada bermaksud menyampaikan pernyataan seperti yang tersebar di masyarakat. Bahkan, dirinya bermaksud akan ke Bali dalam waktu dekat ini.

“Pemerintah melalui Kemenparekraf sangat berkomitmen menjaga dan menguatkan Bali dari sisi tradisi, budaya, alam dan kesenian,” ujar Menparekraf Wishnutama.

Tak hanya itu, dalam waktu ke depan pihaknya juga sudah merancang beberapa program yang akan dilaksanakan di Bali, di antaranya Asia Pacific Film Festival, World Beach Games 2020, MTV Awards serta shooting film Holywood. “Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali khususnya dan Indonesia umumnya, di samping Bali telah siap dengan berbagai sarana prasarana pendukung,” sebutnya.

Sementara itu di hadapan Menparekraf Wishnutama, para tokoh pariwisata Bali mengusulkan beberapa strategi bagi pengembangan sektor pariwisata ke depan. Strategi tersebut yakni meningkatkan koordinasi antarpemerintah pusat dan daerah untuk sinkronisasi program, membangun kerja sama yang strategis dari pihak Kemenparekraf dengan Kemendes terkait penciptaan community based tourism (CBT) untuk menguatkan peran masyarakat desa sebagai stakeholders dan shareholders, serta membangun kerja sama yang strategis dengan Kemendikbud terkait kesiapan guru-guru SMK dalam menguasai materi perhotelan dan pariwisata sehingga komposisi guru produktif bisa lebih banyak kedepannya secara proporsional dibandingkan guru normatif dan adaptif.

“Kami juga mengusulkan percepatan program sertifikasi usaha pariwisata dengan mendorong para Gubernur seluruh Indonesia untuk membuat aturan yang mewajibkan tiap usaha melakukan uji sertifikasi kelayakan dan standarisasi usaha menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ungkap Surya Wijaya.

Tokoh pariwisata Bali lainnya yang turut hadir, yakni IB Agung Partha Adnyana (Ketua GIPI Bali), Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT, CHA (Ketua STPBI), IGA Ngurah Darma Suyasa, CHA (Ketua Suksma Bali 2019), Yoga Iswara, BBA, BBM, MM, CHA (President Director GHE dan Sekjen BVA), I Ketut Swabawa, CHA (Wakil Ketua DPD IHGMA Bali), Ketut Jaman, SS, M.Si. (Tim Ahli Gubernur Bali), Jaya Ishwari, DipHRMgt, SST.Par, MMgt (BPPD Badung) dan Levie Lantu (Consultant Bali Convention Exhibition Bureau). *dar

BAGIKAN