Tekan Rugi saat Gagal Panen, Keripik Bawang Jadi Solusi  

Untuk menekan terjadinya fluktuasi harga pasar khususnya pada komoditi bawang merah, petani disarankan menanam bawang di luar musim.

Denpasar (bisnisbali.com) –Untuk menekan terjadinya fluktuasi harga pasar khususnya pada komoditi bawang merah, petani disarankan menanam bawang di luar musim. Namun risiko gagal panen ataupun hasil panen yang tidak sesuai saat penanaman di luar musim cukup tinggi, sehingga mengolah hasil panen menjadi produk jadi dapat membantu mengurangi kerugian.

Hal tersebut yang mulai dilakukan oleh petani di kawasan Kintamani, Bangli. Memproduksi keripik bawang mulai dilakukan yang memanfaatkan jenis bawang yang tidak laku di pasaran. Ketua Kelompok Tani Sari Pertiwi Banjar Dalem, Desa Songan, Kintamani I Komang Sukarsana, saat ditemui di Denpasar, belum lama ini mengatakan, keripik bawang yang mulai dikembangkan oleh kelompoknya terbuat dari bungkil (batang) bawang merah dan bawang dengan ukuran kecil dan tidak laku di pasaran.

Kegiatan ini, dikatakannya, sangat efektif untuk memanfaatkan hasil produk pertanian ketika tidak laku di pasaran. “Ini yang menurut kami mampu mengelola sampah menjadi uang. Daripada dibuang begitu saja, sangat kasihan,” ungkapnya.

Demikian dijelaskannya, petani di wilayah Kintamani saat ini telah menanam bawang merah sepanjang tahun (tanpa musim). Hal ini mampu memberikan harga yang tinggi pada petani saat panen di luar musim. Namun, risiko gagal panen dan kualitas panen yang tidak maksimal sangat riskan terjadi, terutama saat cuacanya yang berseberangan. “Hal ini yang memotivasi kami bagaimana caranya memanfaatkan produk yang gagal diolah menjadi produk yang laku di pasaran,” terangnya.

Diakuinya, keripik bawang dengan dua rasa yaitu original dan pedas ini masih dalam tahapan promosi untuk saat ini. Dirinya pun mengakui masih menyesuaikan dengan keinginan pasar baik dalam hal rasa, kemasan serta bentuk. “Respons pasar sudah cukup baik. Kami juga masih mempelajari ketahanan produk ini,” ujarnya semberi mengatakan promosi dilakukan masih terbatas pada event-event. *wid

BAGIKAN