Tekan Berita Negatif Pariwisata Bali

Bali dikunjungi wisatawan dari berbagai negara berkat ketenaran pariwisata Bali

 wisatawan - Wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali, beberapa waktu lalu.

Denpasar (bisnisbali.com)- Bali dikunjungi wisatawan dari berbagai negara berkat ketenaran pariwisata Bali. Ketua DPD Asita Bali, Ketut Ardana, Rabu (25/12) mengatakan di tengah penggarapan pasar wisatawan  mancanegara (wisman), pariwisata Bali 2019 masih menghadapi pemberitaan negatif terkait kondisi internal dan eksternal yang kemungkinan bisa berdampak pada penundaan kedatangan wisatawan berlibur ke Bali.

Bali sudah menjadi bagian destinasi pariwisata dunia. Bali dikenal kawasan yang mengembangkan pariwisata budaya. Ketut Ardana menjelaskan pariwisata budaya sudah diperluas dengan pengembangan pariwisata buatan dan daya tarik wisata alam. Di samping itu, 2019 juga telah digeliatkan wisata sport tourism, MICE, dan wisata minat khusus lainnya.

Di tengah upaya pemerintah dan stakeholder pariwisata mengembangkan sektor pariwisata, Bali dihadapkan pada pemberitaan negatif. Ini tentu mempengaruhi animo wisatawan untuk berlibur ke Bali. Pada era sebelumnya, pariwisata Bali dihadapi isu ekternal seperti kasus perang teluk, kolera, termasuk kasus bom Bali yang berimbas besar terhadap turunnya pariiwisata Bali.

Pada tahun ini, pariwisata Bali dihadapkan pemilu dan gesekan politik yang terjadi di Jakarta. Ardana melihat semua permasalahan yang terjadi di Bali dimanfaatkan negara lain pesaing indonesia. Ini untuk mengalihkan wisatawan yang berlibur ke Bali dialihkan ke luar kawasan pariwisata Indonesia.

Menurutnya, tidak ada wisatawan yang berkeinginan berlibur ke kawasan yang tidak nyaman. Untuk itu, pemerintah dan stakeholder pariwisata Bali mesti menginformasikan kondisi pariwisata Bali ke mancanegara.

Salah satu contoh, saat terjadi erupsi Gunung Agung banyak diberitakan kondisi negatif pariwisata Bali. Pemerintah dan stakeholder perlu mengedukasi pasar bahwa  Bali kawasan pariwisata yang aman dan nyaman.

Seperti saat erupsi Gunung Agung, biro perjalanan wisata (BPW) anggota Asita Bali sudah menginformasikan partner kerja di luar negeri lebih awal terkait kondisi pariwisata Bali sesungguhnya. Kawasan yang terdampak hanya pada radius tertentu, sebagian besar kawasan pariwisata Bali sangat aman dikunjungi.

“Dengan informasi lebih awal, pasar sangat memaklumi kondisi pariwisata Bali dan tetap berlibur ke Bali saat terjadi erupsi Gunung Agung,” tambahnya. *kup

BAGIKAN