Tatanan New Normal, Bali Unggulkan Wisata Alam

PEMERINTAH Provinsi Bali sudah memberlakukan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 Tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru ditandai dibukanya daya tarik wisata pada 9 Juli 2020.

PROTOKOL KESEHATAN - Aktivitas Taman Safari dan Kebun Binatang Bali Safari and Marine Park dibuka dengan protokol kesehatan Normal Baru.  

PEMERINTAH Provinsi Bali sudah memberlakukan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 Tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru ditandai dibukanya daya tarik wisata pada 9 Juli 2020. Sejauhmana Bali menampilkan daya tarik wisata (DTW) unggulan bagi pariwisata Bali di era new normal? Berikut laporannya.

Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali membuka DTW di Bali. Dalam tahap awal dibuka 9 Juli 2020 pariwisata Bali mengunggulkan wisata alam, serta taman safari dan kebun binatang.

Sebelum DTW dibuka harus melalui proses verifikasi new normal dari pemerintah kabupaten/kota. Putri sebagai asosiasi taman wisata dan objek wisata di Bali akan siap mendampingi DTW-DTW di Bali untuk melalui proses verifikasi.” Setelah melalui proses verifikasi DTW akan mendapatkan sertifikat new normal dari pemerintah kabupaten/kota,” ucapnya.

Inda Trimafo Yudha mencontohkan Bali Safari and Marine Park anggota Putri Bali telah menerima sertifikat lulus protokol kesehatan Normal Baru. Putri Bali mengingatkan seluruh DTW di Bali yang telah dibuka untuk menerapkan protokol kesehatan new normal.

Pengelola Bali Safari and Marine Park, Hans Manangsang mengatakan, Bali Safari ditunjuk sebagai objek wisata pertama di Bali yang dibuka dengan Tatanan Kehidupan Era Baru. Pada 9 Juli 2020, destinasi wisata di Bali mulai dibuka khusus untuk pengunjung lokal Bali.

Bali Safari and Marine Park akan dibuka kembali untuk umum, setelah dinyatakan lolos verifikasi penerapan protokol kesehatan oleh Dinas Pariwisata Pemkab Gianyar pada 6 Juli 2020. Bali Safari telah melakukan berbagai persiapan dalam menerapkan protokol kesehatan “New Normal” sesuai dengan aturan Pemerintah. Termasuk di dalamnya adalah penyediaan cairan pembersih tangan dan wastafel, mewajibkan pemakaian masker bagi pengunjung, pembatasan jumlah pengunjung (50 persen dari kapasitas maksimal), serta penerapan physical distancing (jaga jarak) antarpengunjung. “Kesehatan dan kesejahteraan satwa juga menjadi prioritas utama Bali Safari and Marine Park dalam menjalankan fungsinya sebagai Lembaga Konservasi,” ucap Hans Manangsang.

Hans Manangsang menambahkan pariwisata Bali diharapkan bisa segera pulih. DTW taman safari tentu akan menggenjot promosi ke pasar lokal, domestik dan pasar internasional. “Kami memberikan tarif masuk diskon spesial 30 persen untuk pengunjung taman safari di awal era new normal ini,” tambahnya.

Kepala BKSDA Bali, Dr. R. Agus Budi Santosa mengatakan dalam tatanan new normal tidak hanya pengunjung yang diwajibkan dalam kondisi sehat. Untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 seluruh  karyawan dan manajemen taman safari dan kebun binatang juga dipastikan dalam kondisi sehat.

Agus Budi Santosa berharap taman safari dan kebun binatang tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. ” Selain SDM dan pengunjung yang sehat, protokol kesehatan social distancing maupun physical distancing mesti diterapkan secara ketat dan satwa dirawat dengan baik,” tambahnya. *kup

BAGIKAN