Tas Anyaman kian Menarik dengan ”Decopage”

Seni decopage yang mampu mendongkrak pasar kerajinan anyaman, khususnya pada keben (alat upakara) juga menarik dituangkan dalam produk lainnya.

DECOPAGE - Ngurah Putra menunjukkan sejumlah tas anyam dengan decopage.

Denpasar (bisnisbali.com) –Seni decopage yang mampu mendongkrak pasar kerajinan anyaman, khususnya pada keben (alat upakara) juga menarik dituangkan dalam produk lainnya. Seperti tas yang berbahan anyam menjadi inovasi baru dalam produk seni decopage.

Salah seorang perajin produk dengan decopage, Ngurah Putra, saat ditemui di Denpasar, Selasa (26/11) mengatakan, saat ini mulai mengembangkan tas anyaman dengan hiasan decopage. Sebelumnya pria asli Tabanan ini lebih memasarkan keben dengan hiasan decopage. “Kalau tas kita baru memulai,” ungkapnya.

Meski baru memulai, tanggapan pasar dikatakannya cukup bagus. Model tas yang dikembangkan bernuansa kekinian yang mampu menarik minat masyarakat. Di samping itu, model yang diciptakan juga bisa diinovasi sedemikian rupa, tidak seperti keben yang terpaku pada beberapa model saja.

Bahan dasar tas tidak full anyaman, dia juga mengombinasikan dengan bahan lainnya, seperti kulit sintetis.

Ia mengatakan, tas dipesannya khusus dari perajin di daerah Tangerang dengan tambahan anyaman untuk media decopage.

Sementara itu, untuk decopage dia membuat sendiri desainnya yang lebih kental kepada motif Bali, termasuk juga untuk hiasan kebennya yang membedakan produknya dengan produk lainnya. “Biasanya kalau decopage yang ada di pasaran itu kan kebanyakan motif bunga. Kami di sini membuat khusus dengan gambar dewa-dewa atau motif lainnya yang lebih menarik,” ujarnya.

Usaha yang dikembangkannya baru satu tahun ini, sudah merambah berbagai daerah. Pemasaran juga maksimal dilakukan melalui media online dan aktif mengikuti pameran. Disinggung soal harga, Ngurah Putra mengatakan, harga yang ditawarkan mulai dari Rp50.000 hingga Rp200.000 untuk keben dan Rp100.000 hingga Rp250.000 untuk tas. *wid

BAGIKAN