Tarik Simpanan Jelang Hari Raya, BPR Amankan Likuiditas

Dalam masa pandemi Covid-19, di antaranya nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menarik simpanan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk kebutuhan hari raya.

Denpasar (bisnisbali.com) –Dalam masa pandemi Covid-19, di antaranya nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menarik simpanan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk kebutuhan hari raya. Direktur Utama BPR Artha Sinar Raharja Indonesia (BPR ASRI), I Gde Ketut Mariatmaja, Selasa (8/9) mengatakan BPR siap melayani nasabah  yang jelang Hari Raya Galungan melakukan penarikan tabungan untuk kebutuhan upacara adat.

Mariatmaja mengungkapkan, dari awal masa pandemi Covid-19 (Maret 2020)  memang terdapat penarikan dana dari beberapa nasabah pemilik dana. “Namun kami di BPR ASRI masih mampu menyediakan likuiditas untuk memenuhi kebutuhan nasabah di masa pandemi ini,” ucapnya.

Ketut Mariatmaja menjelaskan cash ratio BPR ASRI sampai saat ini masih tergolong sehat. Hal ini juga tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat kepada BPR ASRI dalam mengeloka dananya. “BPR tentunya sudah menyiapkan likuiditas untuk pemenuhan kebutuhan keuangan nasabah termasuk untuk kepentingan hari raya,” jelasnya.

Sekretaris DPK Perbarindo Badung, Wayan Eka Sudirta mengatakan BPR di DPK Perbarindo Badung berkomitmen guna memperkuat likuiditas BPR. Penguatan likuiditas ini diwujudkan dengan menjaga cash ratio dalam kondisi aman.  BPR di Kabupaten Badung secara bersama-sama bisa menjaga ratio cash sehingga tetap berada di atas 10 persen sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama BPR Parasari Sibang ini menyampaikan seluruh BPR di DPK Perbarindo Badung  akan bergotong royong untuk membantu BPR di wilayah DPK Badung yang kesulitan likuiditas.  Ini komitmen bersama sehingga semua BPR di Kabupaten Badung mampu memenuhi ratio cash tetap di atas  10 persen.

Eka Sudirta menyampaikan BPR di DPK Perbarindo Badung berjumlah 48 BPR. BPR di Kabupaten Badung secara bergotong royong dengan kekuatan penuh berupaya menghadapi semua masalah yang muncul pasca pandemi covid-19. *kup

BAGIKAN