Tarik Kunjungan Wisdom, Dispar Tabanan Jalankan Lima Strategi  

Di tengah pandemi Covid-19 dan belum dibukanya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman),

WISDOM - Kunjungan wisdom jadi satu-satunya harapan di tengah belum dibukanya kedatangan wisman ke Bali.

Tabanan (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi Covid-19 dan belum dibukanya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pariwisata (Dispar) berupaya menarik kunjungan wisatawan yang kini hanya mengandalkan kedatangan dari wisatawan domestik (wisdom). Upaya tersebut dilakukan melalui lima strategi.

Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Gede Sukanada, Jumat (28/8) kemarin, mengungkapkan, di masa pandemi Covid-19 ini ada lima strategi dilakukan dalam upaya untuk menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tabanan sekaligus sebagai cerminan adaptasi kebiasaan baru menuju Tabanan Aman dan Produktif. Strategi tersebut yakni, menyangkut inovasi yang salah satunya dicerminkan dengan mengantongi sertifikat Tatanan Kehidupan Bali Era Baru pada para pelaku pariwisata atau di Tabanan disebut dengan sertifikat menuju Tabanan Aman dan Produktif.

Lanjutnya, kedua adalah melalui program elektronik tiket (E-tiketing) terintegrasi dengan menggalang kerja sama Bapelitbang dan Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Kabupaten Tabanan. Ketiga, membangun city tour wisata. Keempat, melalui promosi virtual dan daring, dan terakhir adalah dengan membangun paket-paket tematik wisata.

Jelas Sukanada, membangun paket-paket tematik wisata ini adalah berkaitan dengan strategi pada poin kedua dan lainnya. Pihaknya, saat ini masih menggodok paket tersebut dengan menyuguhkan beberapa destinasi di dalamnya untuk kemudian dikemas di antaranya, paket wisata one day tour atau long day tour.

“Pada paket tersebut wisatawan bisa memilih. Misalnya dengan budget tertentu wisatawan tersebut bisa menginap di mana, terus tujuan ke destinasi mana saja. Saat ini, kami masih koordinasikan itu,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya tidak menampik jika strategi tersebut semua kembali pada manajemen pariwisata secara menyeluruh, karena tidak mungkin pariwisata tersebut berjalan tidak secara holistik. Sebab kebijakan pusat sangat mempengaruhi kebijakan yang ada di daerah termasuk di Kabupaten Tabanan.

Sementara itu, dari total 25 daya tarik wisata (DTW) yang ada di Kabupaten Tabanan, saat ini ada delapan DTW yang belum kembali beroperasi. Kondisi tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Misalnya, untuk di Museum Subak meski sudah mengantongi sertifikat Tatanan Kehidupan Bali Era Baru pada para pelaku pariwisata, Museum Subak belum kembali buka atau operasional karena masih tahap renovasi gedung. Selain itu untuk DTW lainnya, dari evaluasi yang dilakukan di lapangan mendapatkan hasil ada sejumlah DTW yang memang harus dilakukan pembenahan di tingkat manajemen terlebih dahulu sebelum kembali operasional, dan juga mengacu pada masih tingginya tren penyebaran Covid-19 sehingga sejumlah DWT ini belum berani untuk kembali beroperasi saat ini.

Sebab itu, saat ini ada delapan DTW yang belum mengajukan permohonan sertifikasi. Meski begitu pihaknya telah melakukan sosialisasi ke DTW bersangkutan, termasuk terkait kesiapan menyangkut protokol kesehatan Covid-19. Delapan DTW tersebut yakni Puri Gede Kerambitan, Puri Anyar Kerambitan, Air Terjun Pujungan, Yeh Panes Belulang, Embung Telaga Tunjung, Pantai Surabrata, Batukau, dan Pantai Soka. *man

BAGIKAN