Tarif Listrik Daya Rendah Turun Rp 22,5 Per kWh

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penurunan tarif adjustment untuk pelanggan golongan rendah, PLN nyatakan siap mendukung.

Denpasar (bisnisbali.com) –Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penurunan tarif adjustment untuk pelanggan golongan rendah, PLN nyatakan siap mendukung. Untuk itu tarif listrik daya rendah direncanakan akan turun Rp22,5 per kWh.

Berdasarkan rilis yang diterima, Selasa (1/9) menyatakan, untuk tarif golongan rendah yang sebelumnya Rp1.467 per kWh kini turun menjadi Rp1.444,70/ per kWh atau turun Rp22,5 per kWh. Penetapan ini berlaku untuk bulan Oktober sampai Desember 2020.

Executive Vice President Communication and CSR PLN, Agung Murdifi mengungkapkan listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Seluruh aktivitas masyarakat ditopang oleh pasokan listrik. “Dengan adanya penurunan ini, pemerintah dan PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan golongan rendah agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonominya dan dalam kegiatan kesehariannya,” jelas Agung.

Ditambahkannya,  penurunan tarif daya rendah ini tidak menyertakan syarat apapun. Pelanggan yang mendapatkan penurunan tarif yaitu dengan daya R-1 TR 1300VA, R-1 TR 2200 VA, R-2 TR 3500 VA -5500 VA, R-3 TR 6600 VA, B-2 TR 6600 VA – 200 kVA. Sementara untuk  pelanggan Rumah Tangga daya 450 VA mendapatkan diskon 100 persen (digratiskan) dan pelanggan Rumah Tangga daya 900 VA bersubsidi mendapatkan diskon 50 persen yang sudah dimulai sejak April 2020. Selain itu, keringanan juga diberikan bagi pelanggan Bisnis kecil daya 450 VA dan Industri kecil daya 450 VA dengan diskon 100 persen. *wid

BAGIKAN