Target Retribusi Pasar Tak Tercapai

Realisasi PAD dari retribusi pasar di Kabupaten Tabanan tahun 2020 mencapai Rp 3.935.768.801.

I Gusti Nyoman Arya Wardana

Tabanan (bisnisbali.com) – Realisasi PAD dari retribusi pasar di Kabupaten Tabanan tahun 2020 mencapai Rp 3.935.768.801. Jumlah ini hanya 89,70 persen dari target yang sudah mengalami revisi karena dampak pandemi Covid-19 yang sebesar Rp 4.387.703.000.

Kepala Disperindag Kabupaten Tabanan, I Gusti Nyoman Arya Wardana, Kamis (7/1) kemarin, mengungkapkan, target retribusi pasar pada awal tahun lalu ditetapkan di kisaran Rp 6 miliaran. Tapi karena dampak pandemi Covid-19, target tersebut mengalami koreksi menjadi Rp 4.387.703.000. “Sepanjang 2020 lalu realisasi dari target tersebut memang belum tercapai 100 persen,” tuturnya.

Salah satu penyebab tidak tercapainya target tersebut adalah pandemi Covid-19 yang telah  membuat kelesuan aktivitas pedagang di pasar. Hal itu tercermin dari tidak maksimalnya aktivitas pedagang selama pandemi Covid-19. Sedangkan, pendapatan atau pemasukan harian penyumbang terbesar dari target PAD ini adalah bersumber dari tarif sewa kios. Selain sewa kios, penyumbang pemasukan retribusi juga ada dari pedagang musiman, namun nilai retribusinya sangat kecil. “Nilai retribusi pedagang musiman ini hanya berkisar Rp 1.500 per hari untuk pasar kelas II dan Rp 2.000 per hari untuk pasar kelas I,” ujarnya.

Menurut Arya Wardana, kendala lain yang juga menyumbang tidak tercapainya target retribusi ini adalah besarnya nilai tunggakan dari sewa kios, khususnya dari pedagang di Pasar Tabanan. Disperindag sudah berupaya menyikapi kendala tingginya tunggakan tersebut dengan turun mengejar penunggak atau jemput bola ke pedagang, namun upaya tersebut tidak maksimal karena kondisi ekonomi yang masih lesu. “Nilai tunggakan ini cukup besar, karena tidak hanya disumbang oleh tunggakan yang terjadi selama 2020, tapi juga merupakan akumulasi tunggakan terjadi pada 2019 sebelumnya,” tandasnya.

Meski saat ini belum ditentukan target retribusi 2021, pihaknya akan berupaya memaksimalkan pendapatan. Salah satu potensi yang memungkinkan adalah melalui revitalisasi pasar. Hal itu terbukti di Pasar Kediri yang sudah dilakukan revitalisasi, hasilnya telah mampu meningkatkan omzet para pedagang sehingga aktivitas untuk berjualan menjadi lebih sering. “Aktivitas berjualan pedagang yang rutin setiap harinya, tentu akan berpengaruh pada sumbangan pemasukan untuk target retribusi didapat yang juga sebagai penyumbang PAD nantinya,” katanya. *man

BAGIKAN