Target Pariwisata Bali 2020 Sulit Tercapai

Virus corona tentu akan berdampak terhadap penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok ke Bali.

TURUN - Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali turun akibat imbas virus corona.

Denpasar (bisnisbali.com)-Virus corona tentu akan berdampak terhadap penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok ke Bali. Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali, Dr I Putu Anom, S.E., M.Par., mengatakan kunjungan wisatawan Tiongkok turun target kunjungan pariwisata Bali sulit tercapai.

Diungkapkannya, dampak virus corona di Kota Wuhan akan sangat berdampak meredupnya pasar Tiongkok. Pemerintah Provinsi Bali harus mengakui tidak adanya kunjungan wisman asal Tiongkok untuk sementara tentu akan sangat berimbas pada pariwisata Bali.

Ia menjelaskan tahun 2019 kunjungan  wisman asal Tiongkok ke Bali jumlahnya menempati urutan kedua setelah wisman asal Australia. Kemungkinan target kunjungan wisman 6.5 juta -7 juta  orang ke Bali 2020 sulit dicapai.

Dipaparkannya, target Pajak Hotel dan Restoran (PHR) juga kemungkinan akan sangat sulit tercapai. Ini juga imbas penurunan kedatangan wisatawan akibat virus corona menurunkan jumlah wisatawan yang berbelanja di Bali.

Menghadapi kondisi seperti sekarang ini,  industri pariwisata difasilitasi pemerintah sudah seharusnya menyasar pangsa pasar negara potensial lainnya. Ini terutama negara yang warga negaranya banyak berkunjung ke Bali tetapi negara tersebut belum mendapatkan sentuhan promosi pariwisata dari pemerintah dan stakeholder pariwisata Bali.

Ia melihat Pemkab Badung melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung telah gencar melakukan agenda promosi ke luar negeri. Promosi pariwisata ke negara kantong-kantong pasar akan banyak mengaet wisman untuk berlibur ke Bali.

Anom meyakini Bali memang sudah sangat tergantung dari sektor pariwisata. “Kalau sampai sektor pariwisata ini merosot tajam tentu akan berdampak luas pada sektor yang lain,” jelasnya.

Ini tantangan bagi pemerintah dan pelaku pariwisata Bali guna mencari terobosan dalam pengarapan pasar pariwisata Bali.  ” Sektor pariwisata harus  tetap eksis sebagai penggerak perekonomian Bali,” tegas Putu Anom. *kup

BAGIKAN