Target 7 Juta Wisman, Dinilai Terlalu Optimistis

Pemerintah pusat menargetkan 7 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali 2019

BERLIBUR - Wisatawan berkualitas yang berlibur ke Bali.

Denpasar (bisnisbali.com)- Pemerintah pusat menargetkan 7 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali 2019. Dewan Pembina DPD Asita Bali, Bagus Sudibya (20/12) menilaila target tersebut terlalu optimistis sehingga perlu analisis SWOT untuk memastikan penyebab sulitnya pencapaian target tersebut.

Awalnya Kementerian Pariwisata menargetkan kedatangan wisman 2019 ke Indonesia sebanyak 20 juta wisman. Bali diharapkan berkontribusi 40 persen atau 8 juta wisman untuk pencapaian target nasional 2019.

Konsul Kehormatan Afrika Selatan ini  menilai target pemerintah pusat untuk Bali 7 juta-8 juta wisman guna pencapaian target nasional 2019 sifatnya terlalu optimistis atau over confident. Namun  kenyataannya, pariwisata Bali sulit mencapai target nasional karena pengaruh faktor internal dan eksternal.

Target realistis pencapaian kunjungan wisman ke Bali menurut Sudibya 6,2 juta – 6,5 juta wisman. Dalam menentukan target kunjungan harus menentukan kepastian pendekatan yang digunakan, apakah kualitatif atau kuantitatif.

Dengan pendekatan yang jelas, pemerintah bisa membuat masterplan atau roadmap yang jelas diikuti oleh suatu kebijakan – kebijakan yang komprehensif. Ini misalnya kebijakan airlines, marketing, sales and promotion, menentukan destinasi – destinasi penyumbang wisatawan yang jelas, membuat study comparisi dengan pesaing – pesaing Bali dan Indonesia.
Pemerintah  perlu melakukan analisis SWOT terhadap target 20 juta nasional dan target 7 juta-8 juta wisman ke Bali yang tidak tercapai. Ini bisa ibarat pariwisata Indonesia terlalu optimis berlari cukup cepat hanya saja kompetitor pariwisata Indonesia sudah berlari lebih cepat. ” Jadi kita kalah cepat dengan kompetitor di sisi pariwisata ,” kilahnya.

Jika pendekatan yang digunakan kualitatif pariwisata Indonesia dan pariwisata Bali mesti membuat paradigma baru dari menteri yang baru. ” Syarat yang diberlakukan juga harus mengarah pada produk yang berkualitas,” tegas Owner Bagus Discovery ini.

Segala permasalahan yang dialami di internal Bali khususnya yang mempengaruhi pariwisata diharapkan segera disrlesaikan. Ini agar dapat fokus mengembangkan pasar pariwisata di luar Bali dan luar negeri. Pendekatan quality tidak jauh dari upaya membuat kenyamanan dan keamanan suatu destinasi, maka pemerintah diharapkan harus menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Syarat mutlak pengembangan pariwisata berkualitas, masyrakat dan pelaku pariwisata wajib menerapkan sapta pesona,” tambahnya. *kup

BAGIKAN