Tantangan BPR makin Berat 

Tantangan yang dihadapi bank perkreditan rakyat (BPR) di zaman milenial makin berat

KINERJA - Direksi dan komisaris BPR di Bali melihat pemaparan hasil evaluasi  kinerja BPR yang disampaikan OJK.

Denpasar (bisnisbali.com) –Tantangan yang dihadapi bank perkreditan rakyat (BPR) di zaman milenial makin berat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta mengevaluasi kinerja BPR sehingga siap menghadapi tantangan di era milenial.

Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana, Kamis (28/11) mengatakan, ekonomi yang melambat dalam beberapa tahun terakhir telah berdampak pada peningkatan kredit bermasalah di BPR. Hal ini bisa dilihat dari evaluasi kinerja BPR 2019.

Ia menjelaskan, untuk bisa menghadapi era milenial  diharapkan juga selalu bisa memberikan gambaran kondisi pertumbuhan ekonomi ke depan. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan aset, BPR bisa menyusun rencana bisnis bank (RBB).

Ia memaparkan, dengan melihat evaluasi kinerja, BPR bisa membuat menyusun analisa yang baik. “Analisa yang baik BPR dapat menurun tingkat NPL atau kredit bermasalah,” katanya.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Rochman Pamungkas menyatakan, Otoritas Jasa Keuangan di tahun ke-8 hadir untuk melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenang, di antaranya pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.

Rochman Pamungkas menambahkan, OJK akan selalu mengawasi kinerja BPR untuk mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan operasional secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel. Hal ini guna mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. *kup

BAGIKAN