Tanggulangi Wabah Corona Melalui Upacara Ini

Kabupaten Gianyar sedang menghadapi ancaman wabah virus corona, flu babi, hingga tingginya kasus bunuh diri.

Gianyar (bisnisbali.com) –Kabupaten Gianyar sedang menghadapi ancaman wabah virus corona, flu babi, hingga tingginya kasus bunuh diri. Bupati Gianyar Made Mahayastra secara khusus mengundang sejumlah Sulinggih, PHDI Gianyar, serta pihak terkait untuk membahas penanggulangan wabah penyakit tersebut di ruang kerja Bupati Gianyar.

Hasil pertemuan berlangsung tertutup tersebut Pemkab Gianyar akan menggelar Tawur Labuh Gentuh untuk menangkal penyakit termasuk virus corona.

 Bupati Mahayastra seusai pertemuan dengan PHDI dan Sejumlah Sulinggih menyampaikan di Gianyar sering terjadi kasus bunuh diri. Hampir tiap bulan ada laporan kasus bunuh diri di Gianyar.

Ini diikuti kematian ribuan babi akibat flu babi yang hampir terjadi menyeluruh di semua kecamatan di Kabupaten Gianyar. ” Ini ditambah dampak ancaman virus corona, yang menjadi momok menakutkan,” ungkap Mahayastra.

Pemkab Gianyar sudah melakukan langkah maksimal mengahadapi ancaman penyakit tersebut. Namun diakuinya, langkah pemerintah tidak cukup dilakukan secara sekala. “Kita juga akan lakukan langkah niskala, maka itu kita dengarkan pandangan para Sulinggih,” jelasnya.

Berdasarkan pertemuan dengan PHDI dan Para Sulinggih disepakati akan digelar upacara Tawur Labuh Gentuh Bumi sesuai Lontar Roga Sangara Bumi. Tujuannya upacara tersebut guna menetralisir bencana. “Kita upayakan lewat doa, nunas ice kerahayuan jagat, kalau bisa bencana ini berakhir, sehingga kita bisa membangun lagi,” harapnya.

Bupati Mahayastra optimis upacara ini akan berdampak positif. Sebab sebelumnya pernah digelar labuh gentuh saat terjadi bencana ulat bulu, erupsi Gunung Agung maupun gempa bumi. “Upacara ini wajib dilaksanakan karena Gianyar itu daerah spesifik, sakral spiritual,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, upacara Tawur Labuh Gentuh Bumi akan digelar di pesisir pantai. “Lokasinya yang penting di pesisir selatan. Bisa di Masceti atau Pantai Siyut, dipuput Sarwa Pandita,” jelasnya.

Terkait waktu penyelenggaraan upacara ini diperkirakan akan digelar sebelum pelaksanaan Tawur Agung Kesanga. Meski demikian, Pemkab Gianyar masih menunggu pertemuan dengan provinsi. Terutama terkait jenis tingkatan yadnya, nista, madya atau utama. “Dua hari lagi pertemuan di provinsi, membahas ini, edarannya ke desa seperti apa, nanti setelah pertemuan lagi dua hari akan disampaikan,” kata Bupati Mahayastra.

Sementara itu, Ida Pedanda Wayahan Bun dari Geria Sanur Pejeng, menyatakan ciri-ciri yang timbul saat ini tertuang dalam lontar Roga Sangara Bumi. Sesuai lontar, upacara Tawur Labuh Gentuh Bumi akan digelar di pinggir pantai karena semua penyakit itu datangnya dari laut. “Pengalaman dulu, penanggulangan terdahulu melakukan upacara ini cukup berhasil,” ucapnya.

Menurutnya, ketika penyakit datangnya dari laut maka upacara penanggulangan penyakit ini mesti dilaksanakan di daerah kawasan pesisir laut. “Upacara Tawur Labuh Gentuh di Gianyar mesti dilaksanakan di pesisir Pantai Selatan,” tegas Ida Pedanda Wayahan Bun. *kup

BAGIKAN