Tangani Covid-19, Tabanan Anggarkan Rp 12,4 Miliar

Tahun ini, Pemkab Tabanan mengalokasikan dana penanganan Covid-19 yang terdampak langsung mencapai Rp 12.409.727.127.

Tabanan (bisnisbali.com) –Tahun ini, Pemkab Tabanan mengalokasikan dana penanganan Covid-19 yang terdampak langsung mencapai Rp 12.409.727.127. Selain itu, Pemkab Tabanan juga mengalokasikan pagu untuk penanganan Covid-19 tak berdampak langsung yang masuk dalam anggaran rutin dinas Kesehatan dan Badan Keuangan Daerah sekaligus sebagai pelaksana anggaran.

Sesuai data Bapelitbang Kabupaten Tabanan, anggaran penanganan Covid-19 terdampak langsung mencapai Rp 12.409.727.127 yang dialokasikan untuk keperluan pengelolaan pelayanan, kesehatan bagi penduduk, terdampak krisis kesehatan akibat bencana dan/ atau berpotensi bencana mencapai Rp 5.682.561646 dengan pelaksana Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan. Selain itu, di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan juga disiapkan untuk pengelolaan dana darurat dan mendesak dengan nilai mencapai Rp 6.727.165.481.

Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan Ida Bagus Wiratmaja, Jumat (15/1) mengungkapkan, dari jumlah alokasi yang ada ditambah dengan alokasi untuk penanganan tidak terdampak langsung Covid-19 ini maka total mencapai Rp 68.824.346.531. Anggaran untuk penanganan yang tidak terdampak langsung Covid-19 ini adalah untuk di antaranya pengadaan prasarana dan pendukung fasilitas pelayanan kesehatan yang dialokasikan mencapai Rp 6.453.120.000. Selain itu, ada juga untuk pengadaan alat kesehatan atau alat penunjang medik fasilitas pelayanan kesehatan mencapai Rp 37.503.166.890, dan untuk pengadaan bahan habis pakai Rp 2.248.539.509. “Di luar alokasi tersebut, kami juga mendapat alokasi bantuan pusat yang tidak masuk dalam APBD. Contohnya mendapat bantuan alat PCR,” ujarnya.

Dia menyebut, sebenarnya anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Tabanan cukup besar. Tapi yang dari APBD murni hanya Rp 12.409.727.127 untuk penanganan terdampak langsung dan kalau anggaran tersebut tidak mencukupi, maka nantinya bisa diupayakan melalui refocusing anggaran. “Melalui refocusing ini akan membuat eksekusi kebutuhan anggaran akan lebih cepat dengan tanpa melalui mekanisme anggaran,” tandasnya.*man

BAGIKAN