Tambah Daya Tarik Wisata Ribuan Benih Ikan Dilepas di Kolam TSO

Ribuan benih ikan nila, dilepas di Kolam Taman Soekasada Oejoeng (TSO) Karangasem

BENIH -  Wabup dan rombongan menebar benih ikan di Kolam TSO Karangasem. Selain melestarikan ikan air tawar, juga menambah daya tarik wisata.

Amlapura (bisnisbali.com) – Ribuan benih ikan nila, dilepas di Kolam Taman Soekasada Oejoeng (TSO) Karangasem. Selain dalam rangka menggalakkan budi daya dan memperbanyak populasi ikan air tawar, juga menambah daya tarik wisata di objek wisata yang juga cagar budaya itu.

Di TSO wisatawan selain bisa menikmati keindahan taman yang menjadi cagar budaya itu, juga dikenal dengan kolamnya yang luas. Berbagai jenis ikan terutama ikan hias air tawar menjadi daya tarik khas di TSO. Wisatawan bisa membeli pakan ikan dan bermain dengan ikan-ikan lewat pemberian pakan di kolam.

Wakil Bupati Karangase,  I Wayan Artha Dipa, yang memimpin pelepasan benih ikan dalam rangka memperingati Hari Nusantara itu dan dikaitkan dengan  Gerakan Semesta Berencana Resik Sampah Plastik itu beberapa hari lalu di TSO mengatakan, kegiatan pelepasan benih ikan itu, juga dalam rangka melestarikan budi daya perikanan air tawar di Karangasem.

‘’Pelepasan benih ikan sebagai bentuk memotivasi masyarakat petani budi daya perikanan. Kami dari Pemkab Karangasem terus didorong untuk menuju keberlanjutan, dalam rangka untuk melestarikan dan memperkaya sumber daya alam. Kami menebar sejumlah 2.000 ekor ikan nila, yang dilaksanakan sekitar sungai TSO,’’ papar Wabup.
Sekdis Perikanan, I Gusti Bagus Putra Sudewa selaku ketua panitia kegiatan itu melaporkan penebaran benih ikan dimaksudkan juga untuk meningkatkan potensi ikan air tawar yang ada di wilayah Kabupaten Karangasem. ‘’Kami dari Dinas Perikanan bersama dengan masyarakat petani petambak mengembangkan perikanan budi daya air tawar dan akan memberi nilai lebih bagi masyarakat dan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karangasem,’’ papar Sudewa.
Wabup Artha Dipa menambahkan, selain potensi perikanan budi daya air tawar, Kabupaten di ujung Timur Bali itu, merupakan daerah yang memiliki aktivitas perikanan tangkap yang sangat tinggi. Sebab, lanjutnya,  Kabupaten Karangasem memiliki garis pantai sepanjang 87 kilo meter yang melalui empat kecamatan yaitu, Kecamatan Manggis,  Karangasem, Abang dan Kecamatan Kubu. Luas wilayah laut kurang lebih 690 Km2, serta didukung oleh budi daya perikanan air tawar di daerah lahan basah yang terdapat di delapan kecamatan.
Pria asal Desa Sangkan Gunung, Sidemen itu, menambahkan produksi perikanan Kabupaten Karangasem pada tahun 2018 sebesar 26.794,96 Ton dengan nilai sebesar Rp 609.329.070.500. Tahun berikutnya, produksi dan nilainya bertambah. Konsumsi ikan masyarakat Karangasem per kapita sebesar 33,41 Kg/kapita/tahun. ‘’Masih lebih rendah dari rata-rata konsumsi nasional dan ini perlu diupayakan yang lebih komprehensif.
Peningkatan per kapita ditargetkan menjadi 34,00 Kg/kapita/tahun,’’ katanya.
Guna mengoptimalkan potensi perikanan air tawar yang ada, Wabup Artha Dipa juga  mengimbau kepada masyarakat atau kelompok nelayan untuk bisa membentuk koperasi nelayan atau koperasi budi daya ikan air tawar. Itu penting, bertujuan agar kelompok-kelompok yang kita bentuk berbadan hukum serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” terangnya.
Wabup Artha Dipa juga menyampaikan, peningkatan potensi perikanan budi daya yang bersinergi dengan pelestarian ekosistem di bidang perikanan, memberi dampak atau pengaruh berlangsungnya perkembangan perikanan berkelanjutan. Lingkungan budi daya perikanan yang seimbang ini sudah saatnya terpelihara dengan baik demi berlangsungnya hidup organisme yang ada.
Dirinya juga berharap para anggota kelompok perikanan budidaya yang ada di Karangasem mampu meningkatkan potensi perikanan budi daya secara maksimal dan mampu meningkatkan produksi, memenuhi serapan rumah makan yang kian banyak. Harus mampu bersaing dengan kelompok yang ada, mengingat potensi perikanan budidaya masih sangat luas untuk bisa dikembangkan. “Produksi petambak harus ditingkatkan, guna mampu memenuhi konsumsi masyarakat dan memenuhi pasar yang saat ini memang makin meningkat,’’ tandas Wabup. * bud

BAGIKAN