Tak Ditutup, Pengawasan Objek Wisata di Denpasar Diperketat

Sehari setelah Galungan atau disebut Umanis Galungan yang biasanya menjadi agenda berwisata bagi masyarakat Bali membuat sebagian objek wisata ramai.

Suasana di Pantai Sanur saat Umanis Galungan

Denpasar (bisnisbali.com) – Sehari setelah Galungan atau disebut Umanis Galungan yang biasanya menjadi agenda berwisata bagi masyarakat Bali membuat sebagian objek wisata ramai. Namun, di tengah pandemi Covid-19 ini kerumunan menjadi hal yang harus dihindari dan penutupan objek wisata khususnya di Denpasar tidak terjadi, sehingga pengawasan terutama penerapan protokol kesehatan (prokes) menjadi perhatian khusus.

Kepada Dinas Pariwisata Kota Denpasar MA Dezire Mulyani, saat diwawancara, Kamis (17/9) kemarin, mengatakan, sejak Mei lalu pihaknya bersama Satgas Covid-19 tingkat desa/kelurahan terutama daerah yang memiliki destinasi wisata telah memberikan imbauan penerapan prokes baik terhadap pengelola ataupun pelaku usaha di sekitarnya. Dia mengatakan, tidak dilakukan penutupan objek wisata di Denpasar.

Terkait dengan suasana hari raya, Satgas Covid-19 di desa/kelurahan juga telah diimbau untuk melakukan pengawasan di objek wisata yang ada di lingkungan masing-masing terutama terkait penerapan prokes. Untuk menghindari kerumunan, kunjungan yang diperbolehkan hanya setengah dari kapasitas objek wisata. “Kami rasa juga masyarakat sudah sadar, karena lonjakan kasus cukup tinggi akhir-akhir ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai mengatakan, terkait dengan lonjakan kunjungan di tempat-tempat tertentu pada perayaan Galungan dan Kuningan, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra pada H-5 Galungan telah menggelar rapat bersama satgas desa/kelurahan termasuk desa adat. “Dalam arahan tersebut, meminta satgas masing-masing untuk melakukan pengawasan di tempat-tempat tertentu, baik itu pura ataupun objek wisata yang kemungkinan ramai kunjungan,” terangnya.

Di samping itu, pengelola objek wisata juga diimbau untuk betul-betul untuk memantau penerapan prokes serta mencegah kerumunan, sehingga tidak sampai ada klaster baru nantinya. Disinggung soal penutupan objek wisata, Dewa Rai mengatakan tidak ada penutupan, hanya saja pengawasan lebih ketat. Namun dia mengatakan, pihaknya juga melakukan evaluasi, mengingat peningkatan kasus Covid-19 masih terus terjadi. *wid

BAGIKAN