Tak Bisa Berlayar, Dua Sejoli Jualan Sate Keliling, Penghasilan Hingga Rp 20 Juta Per Bulan  

PANDEMI Covid-19 tentu berdampak bagi para pekerja kapal pesiar yang telah sekian lama diam di rumah dan belum bisa kembali berlayar.

PANDEMI Covid-19 tentu berdampak bagi para pekerja kapal pesiar yang telah sekian lama diam di rumah dan belum bisa kembali berlayar. Hal ini membuat sebagian di antara mereka melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan penghasilan.

Seperti yang dilakoni oleh salah seorang perempuan yang bernama Ni Luh Idalia Purnama Dewi yang kini berjualan sate babi dari satu tempat ke tempat lainnya. Bersama sang calon suami, Wayan Agus Purna Setiawan yang juga sebagai pekerja kapal pesiar, mereka tidak mengenal gengsi menjajakan dagangannya. Objek wisata atau tempat yang sedang melaksanakan kegiatan keagamaan menjadi sasaran berjualan.

 Saat ditemui di kediamannya, di Banjar Sekarmukti, Badung, Kamis (10/12), wanita yang sudah 5 tahun berlayar ini mengaku berjualan sate dilakoninya untuk mendapatkan penghasilan yang sejak Mei 2020 lalu sudah tidak bisa berlayar lagi. “Kenapa berjualan sate, karena saya dulunya bekerja sebagai chef di salah satu perusahaan, jadi ada keahlian di bidang memasak. Dulu sebenarnya ini usaha adik saya, namun saya meneruskan dan mengembangkan,” ungkap Idalia.

Diakuinya, awal memutuskan berjualan dia sempat ragu yang biasanya anak muda sebayanya lebih memilih jualan online daripada berkeliling, berkutat dengan asap dan sinar matahari. “Namun mengingat kita bekerja atau mencari kerja dengan cara halal dan menyenangkan hati masyarakat lain, saya menjadi percaya diri. Begitu banyak support dari orang sekitar,” terangnya.

Dia pun mengatakan, mendapatkan tanggapan positif dari orang-orang dan masyarakat sekitarnya. Karena jarang anak muda yang mau berjualan keliling desa menjajakan dagangan apalagi sate. Disinggung soal pendapatan, Idalia mengaku lumayan bagus dan dia mengatakan prospek bisnis ini juga bagus. Jika full berjualan dalam seminggu dia mampu meraih omzet sekitar Rp 10 juta. Jika dihitung pendapatan bersih sebulan, kurang lebih Rp20 juta.

Dia pun mengakui, modal untuk berjualan sate ini tidak banyak, sehingga ini menjadi pilihan tepat berbisnis. Idalia berpikir, jika ke depan penghasilan dari berjualan sate ini kian berkembang, kemungkinan salah satu dari mereka akan tetap meneruskan usaha tersebut dengan artian berhenti berlayar. *wid

BAGIKAN