Tahun 2021, Pertumbuhan Ekonomi Bali Diperkirakan 4,5 Persen

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bali memperhitungkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata pada 2020 berkisar pada -9,2 persen sampai dengan -8,8 persen.

WISMAN – Seorang wisman tengah berjalan di Pantai Semawang. Salah satu faktor penahan pertumbuhan ekonomi Bali adalah kunjungan wisman yang terbatas. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bali memperhitungkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata pada 2020 berkisar pada -9,2 persen sampai dengan -8,8 persen. Sementara itu pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Bali diperkirakan berkisar pada 4,5 persen sampai dengan 5,5 persen karena beberapa indikator diperkirakan membaik.

Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho, di Sanur, mengatakan, dengan memperhatikan hasil-hasil survei, indikator-indikator, memperhatikan kondisi sistem keuangan, stabilitas harga serta keuangan pemerintah, BI melakukan perhitungan secara teliti mengenai kinerja perekonomian tahun 2020 dan 2021. “Selain itu, kami juga mempertimbangkan faktor pendorong dan faktor penahan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Bali yaitu terjadinya pelaksanaan pemulihan kegiatan masyarakat, pemulihan pariwisata domestik, pemulihan negara mintra dagang yang terkait dengan ekspor Bali, hingga anjutan realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN). “Termasuk kelanjutan proyek investasi dan infrastruktur di daerah ini,” ujarnya.

Sementara, faktor penahan pertumbuhan ekonomi di Bali, kata Trisno, berupa pemulihan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masih sangat terbatas, tertahannya pendapatan pemerintah daerah dan wait and see pelaku usaha di daerah ini. “Faktor pendorong dan penahan inilah yang harus diperhatikan,” sarannya.

Kendati demikian, ia menjelaskan, mengakhiri tahun 2020, perekonomian Bali diyakini terus membaik. Hal ini didukung oleh berbagai survei yang dilaksanakan oleh BI Bali serta berbagai indikator lainnya. Meningkatnya konsumsi masyarakat tercermin dari peningkatan indeks penjualan eceran dan indeks keyakinan konsumen yang menunjukkan peningkatan di akhir triwulan IV.

“Hal ini sekaligus mencerminkan adanya sikap optimisme masyarakat terhadap perekonomian Bali. Meskipun demikian sektor-sektor seperti konstruksi dan perdagangan masih tumbuh terbatas yang tercermin dari penjualan semen dan jumlah muat kargo yang melemah hingga akhir tahun ini,” paparnya. *dik

BAGIKAN