Tahapan Pencairan Hibah, Sejumlah Desa Wisata Gelar Musdes  

Sejumlah desa wisata di Kabupaten Tabanan sudah menggelar musyawarah desa (musdes) sebagai tahapan untuk mendapatkan hibah pariwisata yang total dialokasikan mendapat 28,5 persen dari total hibah mencapai Rp 7.443.100.000.

TUBING - Wisata air tubing merupakan salah satu wahana yang ditawarkan Desa Wisata Cau Belayu.  

Tabanan (bisnisbali.com) –Sejumlah desa wisata di Kabupaten Tabanan sudah menggelar musyawarah desa (musdes) sebagai tahapan untuk mendapatkan hibah pariwisata yang total dialokasikan mendapat 28,5 persen dari total hibah mencapai Rp 7.443.100.000. Saat ini, Kabupaten Tabanan mengantongi 24 desa wisata yang sudah mengantongi SK Bupati sekaligus jadi calon penerima hibah pariwisata yang disalurkan dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Perbekel Desa Cau Belayu, I Putu Eka Jayantara, Jumat (20/11), mengungkapkan, Desa Wisata Cau Belayu jadi salah satu desa calon penerima hibah. Saat ini proses untuk pencairan hibah tersebut sudah berjalan dengan merampungkan RAB dari usulan atau proposal pembuatan taman desa yang akan dibiayai dari bantuan tersebut. Imbuhnya, usulan untuk instruktur pembuatan taman desa ini sudah dilakukan musdes sebelumnya.

“Hasil musdes sebelumnya terkait penerimaan hibah dalam bentuk BKK kami mengajukan untuk pembuatan taman desa. Kebetulan biaya untuk pembuatan taman desa ini cukup tinggi, sehingga nantinya BKK yang diterima mencapai Rp 70.500.000 itu akan habis terserap untuk pembuatan taman tersebut,” tuturnya.

Menurut Eka Jayantara, dasar diajukan pembuatan taman desa ini untuk mendapatkan BKK, lantaran taman desa ini akan dijadikan sebagai icon untuk pintu masuk desa bagi wisatawan yang datang. Harapannya, melalui tanam desa ini wisatawan bisa langsung melihat kekhasan atau apa saja yang dimiliki desa wisata Cau Belayu dan wisatawan bisa melakukan swafoto karena di lokasi juga akan dilengkapi dengan spot selfie. “Paling tidak wisatawan yang datang ke Cau Belayu ini sudah mengenal secara umum gambaran terkait potensi apa saja yang bisa dinikmati di Cau Belayu,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, pembuatan taman desa ini memanfaatkan tanah negara yang sebelumnya direncanakan akan dibangun jembatan sebagai penghubung Desa Cau Belayu dengan Desa Sangeh. Daripada lahan seluas 2 are tersebut kosong dan dimanfaatkan orang untuk membuang sampah sembarangan, maka lokasi tersebut dimanfaatkan sebagai taman desa.

Di sisi lain, paparnya, belum lama ini Desa Wisata Cau Belayu masuk 20 besar penilaian nasional dalam kategori Desa Wisata Rintisan. Ada sejumlah potensi yang dimiliki Desa Wisata Cau Belayu ini. Di antaranya, wisata alam berupa persawahan, jalur trekking, tubing (wisata air) dan wisata air terjun. Selain itu, Desa Cau Belayu juga mempunya potensi wisata budaya. Salah satunya, Pura Pucak Geni yang sudah diakui sebagai budaya nasional, serta ada juga wisata agro.

“Saat ini pengelolaan potensi pariwisata desa ini belum resmi atau belum diatur dalam peraturan desa (perdes), sehingga selama ini hanya mengenakan donasi kepada wisatawan yang datang,” tandasnya.*man

BAGIKAN