Tahap Uji Coba, Tabanan Gencarkan E-Retribusi Pasar

Penerapan pembayaran non tunai dalam bentuk E-retribusi pasar tradisional di Kabupaten Tabanan terus digenjot.

E-RETRIBUSI - Penerapan E-retribusi pasar di kalangan pedagang terus digenjot.

Tabanan (bisnisbali.com) –Penerapan pembayaran non tunai dalam bentuk E-retribusi pasar tradisional di Kabupaten Tabanan terus digenjot. Meski masih dalam tahap uji coba, sudah ada empat pasar tradisional dengan capaian 25 persen pedagang yang menerapkan sistem digital tersebut.

“E-retribusi ini sudah berjalan di empat pasar. Namun memang penggunaan di tingkat pedagang masih terus berproses untuk bisa diterapkan 100 persen ke semua pedagang di pasar tersebut sehingga tidak ada lagi pungutan tunai,” tutur Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan, I Gusti Nyoman Arya Wardhana, Jumat (19/2).

Menurutnya, saat ini pasar yang sudah mengadopsi E-retribusi meliputi Pasar Sayur, Pasar Candi Kuning, Pasar Kediri dan Pasar Pupuan. Penggunaan sistem tersebut terus digenjot dengan mengumpulkan data para pedagang untuk kemudian disetor ke bank penyedia sistem, termasuk dalam upaya memperluas pemanfaatan sistem E-retribusi pada pasar tradisional lainnya sehingga targetnya nanti tahun ini semua pasar di Tabanan sudah menerapkan sistem pembayaran retribusi secara non tunai.

Hingga kini pemanfaatan sistem E-retribusi masih dalam tahap uji coba karena memang belum menjangkau 100 persen pedagang di masing-masing pasar tersebut. Hal itu pula menyebabkan pemanfaatan sistem tersebut belum bisa dievaluasi terkait tingkat efektivitas penggunaan layanan. Selain itu, penerapan E-retribusi juga belum diatur dalam Perbup terkait perubahan tata cara pungutan dan belum adanya MOU dengan bank penyedia sistem layanan.

Meski begitu, menurutnya, seiring nantinya dengan penerapan E-retribusi yang dirancang menjangkau semua pasar tradisional di Kabupaten Tabanan, sistem tersebut menjadi salah satu upaya bagi Disperindag untuk mengurangi terjadinya kebocoran pendapatan sekaligus upaya pencapaian target pendapatan PAD yang bersumber dari retribusi pasar. Estimasi target retribusi pasar tradisional sesuai dengan potensi yang ada di Kabupaten Tabanan mencapai Rp 6 miliar.

Bercermin dari capaian target PAD dari pendapatan retribusi pasar 2020 lalu, capaian realisasi hanya Rp 3.935.768.801 hingga akhir Desember 2020 atau hanya tercapai 89,70 persen dari target yang sebelumnya sudah mengalami revisi karena dampak pandemi Covid-19 sebesar Rp 4.387.703.000. ”Awal tahun lalu target ditetapkan di kisaran Rp 6 miliaran. Tapi karena dampak pandemi Covid-19, target tersebut mengalami koreksi menjadi Rp 4.387.703.000. Tapi karena pandemi, target tersebut belum tercapai 100 persen,”tegasnya.*man

BAGIKAN