Tabel Harga Babi di Tabanan Berpotensi Tak Ditetapkan

Hari raya Galungan dan Kuningan mendatang berpotensi tak ada lagi penetapan tabel harga babi di tingkat peternak, seperti momen serupa sebelumnya.

BABI - Sejumlah peternak babi sudah kembali mencoba mengisi kandang dalam jumlah terbatas.  

Tabanan (bisnisbali.com) –Hari raya Galungan dan Kuningan mendatang berpotensi tak ada lagi penetapan tabel harga babi di tingkat peternak, seperti momen serupa sebelumnya. Hal ini menyusul menipisnya populasi babi di tingkat peternak sebagai dampak dari suspect ASF. Sebelumnya, penetapan tabel harga babi ini dimaksudkan untuk mencegah kerugian peternak di Tabanan jelang Galungan.

Peternak babi di Tabanan yang juga Wakil Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (Gupbi) Bali, I Nyoman Ariadi, Minggu (30/8) kemarin, mengungkapkan, saat ini harga babi di tingkat peternak terus bergerak naik. Setelah diperdagangkan di kisaran Rp 38.000 per kg hingga Rp 40.000 per kg, kini harga babi ini sudah kembali naik ke kisaran di atas Rp 40 ribu per kg dan kemungkinan hal tersebut akan terus berlanjut. “Lonjakan harga dan permintaan akan babi ini, kini bahkan dimanfaatkan oleh sejumlah makelar dengan membeli babi di luar Tabanan untuk dijual kembali dengan harga yang lebih mahal,” tuturnya.

Kata Ariadi, terus melonjaknya harga babi ini karena dipicu oleh menurunnya populasi di tingkat peternak di Tabanan, pascabanyak kasus kematian babi secara mendadak yang diduga karena terkena virus ASF. Kondisi tersebut sekaligus membuat pada momen Galungan dan Kuningan mendatang kemungkinan tidak akan diberlakukan penetapan tabel harga babi di tingkat peternak seperti momen yang sama sebelumnya.

“Sebelumnya, penetapan tabel harga ini dilakukan karena ketersediaan babi ini mencukupi di pasaran, sehingga diperlukan penetapan untuk mencegah kerugian peternak. Sedangkan saat ini ketersediaan babi di pasaran sudah jauh berkurang, sehingga harganya tidak mungkin untuk ditetapkan dan berpeluang alami lonjakan,” ujarnya.

Penetapan tabel harga babi Galungan biasanya dilakukan seminggu menjelang hari-H. Mekanismenya, para kepala dusun membawa kisaran harga babi yang berlaku di masyarakatnya masing-masing. Kemudian, dari harga yang dibawa tersebut diambil rata-rata dan ditambah Rp 1.000 per kg yang dimaksudkan sebagai bonus bagi peternak babi di hari raya Galungan dengan harapan bisa bergairah kembali beternak babi untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan selanjutnya.

“Penetapan tabel harga babi ini untuk mengantisipasi agar pasokan tetap ada di peternak pada momen Galungan berikutnya. Namun, apa boleh buat stok babi malah menipis saat ini,” keluhnya. *man

BAGIKAN