Tabanan Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Pemkab Tabanan memutuskan menunda pembelajaran tatap muka hingga Maret mendatang, meski skenario pembelajaran tatap muka sudah siap.

RAPAT - Rapat pembahasan rencana pembelajaran tatap muka.  

Tabanan (bisnisbali.com) –Pemkab Tabanan memutuskan menunda pembelajaran tatap muka hingga Maret mendatang, meski skenario pembelajaran tatap muka sudah siap. Keputusan tersebut lantaran Kabupaten Tabanan di tengah pandemi Covid-19 masih berstatus zona merah.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan, I Gede Susila saat menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan, dan Ketua Komisi I DPRD Tabanan, Senin (28/12) kemarin, mengungkapkan, penundaan pembelajaran tatap muka ini mempertimbangkan kondisi Tabanan yang masih zona merah. Meski begitu, jika sebelum Maret kondisi Covid-19 di Tabanan melandai atau sudah berubah menjadi zona hijau, maka bisa langsung digelar pembelajaran tatap muka. “Sekarang ini sementara waktu agar tidak muncul risiko besar pembelajaran online dulu dimantapkan,” tuturnya.

Dengan penundaan ini, pihaknya juga meminta Dinas Pendidikan agar terus memantau kondisi anak didik selama pembelajaran online. Bahkan Dinas Pendidikan bisa meminta kepada tenaga pendidik yang lebih tinggi kualitasnya dalam bidang teknologi informasi untuk membantu guru yang masih belum mengerti dalam bidang IT.

Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra mengatakan, kesimpulan dari hasil rapat menunda sementara rencana proses pembelajaran tatap muka untuk pembelajaran yang dimulai awal Januari 2021. Penundaan pembelajaran tatap muka ini menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Pendidikan Tabanan untuk memantapkan kembali proses belajar secara online.

”Kita pantau sampai Maret mendatang. Mudah-mudahan sebelum Maret kasus Covid-19 di Tabanan sudah melandai dan akan lakukan koordinasi kembali,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana berharap, sebelum pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini kondisi harus aman dan para guru juga harus menjalani swab test dulu. Menurutnya, itu sangat penting sekali agar bisa menjaga kesehatan semua masyarakat, sehingga proses pendidikan berjalan dengan baik nantinya.

Dia berharap dengan penundaan pembelajaran tatap muka ini agar dibarengi juga dengan evaluasi proses pembelajaran daring. Selain itu, Dinas Pendidikan juga diharapkan memberikan pelatihan dalam bidang IT kepada semua guru untuk kelancaran proses belajar melalui daring.*man

BAGIKAN