Tabanan Digelontor Alat Penanganan Sampah

Kabupaten Tabanan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendapat bantuan alat penanganan sampah dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3).

COBA - I Made Subagia mencoba mesin bantuan pencacah sampah

Tabanan (bisnisbali.com) –Kabupaten Tabanan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendapat bantuan alat penanganan sampah dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3). Bantuan tersebut meliputi 1 mesin press hidrolik pencacah sampah plastik, 1 mesin pencacah sampah organik, puluhan tempat sampah dan gerobak dorong serta 100 paket APD.

Kepala DLH Tabanan I Made Subagia, Rabu (21/10) kemarin, mengungkapkan  bantuan mesin press hidrolik yakni mesin pencacah sampah plastik diberikan ke salah satu Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce  dan Recycle (TPS 3R) di Desa Batannyuh, Kecamatan Marga. Mesin pencacah sampah organik dikucurkan ke Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Banjar Berlian, Desa Penebel. Sepuluh buah tempat sampah dialokasikan untuk SD dan SMP, 10 buah gerobak dorong untuk desa dan 100 paket APD tenaga kebersihan untuk DLH Tabanan. “Bantuan ini diinisiasi oleh anggota Komisi IV DPR RI I Made Urip ke Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu tata kelola sampah di Tabanan,” tuturnya.

Dijelaskannya, khusus mesin press hidrolik merupakan salah satu mesin yang sangat dibutuhkan untuk mengelola sampah plastik yang sudah dipilah, sehingga bisa menghemat tempat penyimpanan. Contohnya, sampah yang mestinya disimpan hingga enam karung, namun karena ada mesin ini jumlah tersebut bisa berkurang.  Bantuan mesin ini adalah salah satu implementasi Pergub Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengolahan Sampah Berbasis Sumber. “Selain menghemat tempat penyimpanan, mesin ini minimal 1 jam bekerja dan tidak harus terus beroperasi. Press sampah yang dihasilkan TPS 3R di Desa Batannyuh  bahkan sudah ada yang ngambil dari kalangan komunitas yang memang peduli dengan lingkungan,” ujarnya.

Bantuan tempat sampah diberikan kepada 10 sekolah yang ada Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur karena ada pembangunan TPS 3R di daerah Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg. Selain itu, ada satu SD di Kecamatan Tabanan yang diberikan bantuan tempat sampah karena menjadi salah satu sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

Subagia mengharapkan bantuan tersebut bisa membantu dalam penanganan sampah di Tabanan, khususnya sampah plastik. Selain itu, khusus bagi desa yang belum memiliki mesin press hidrolik, pihaknya akan mengusulkan kepada wakil rakyat di DPR RI agar segera bisa dibantu.*man

BAGIKAN