Syarat Utama Pembukaan Pariwisata Bali untuk Wisman  

Pemerintah provinsi Bali menegaskan kepatuhan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) menjadi hal utama, termasuk perubahan perilaku semua pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penanganan dan pengendalian Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pemerintah provinsi Bali menegaskan kepatuhan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) menjadi hal utama, termasuk perubahan perilaku semua pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penanganan dan pengendalian Covid-19. Itu semua menjadi salah satu syarat rencana pembukaan pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara Juli mendatang dan mendukung tumbuhnya sektor ekonomi.

Berdasarkan update penanggulangan Covid-19 hingga 5 Juni 2021 mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 28 orang (22 orang melalui transmisi lokal dan  6 PPDN) dan sembuh sebanyak 44 orang. Jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi 47.445 orang, sembuh 45.437 orang (95,77 persen) dan meninggal dunia 1.508 orang (3,18 persen). Kasus Aktif per hari ini menjadi 500 orang (1,05 persen).

Gubernur Bali Wayan Koster pada saat perayaan hari jadi Bank BPD Bali ke-59, Sabtu (5/6) menyampaikan angka kesembuhan pasien dalam beberapa hari terakhir cenderung terus meningkat. Begitpula angka atau jumlah kasus meninggal/kematian cenderung mengalami penurunan. Kendati tren menunjukkan perbaikan, kata dia, untuk membuka kunjungan bagi tamu asing ke Bali pada Juli 2021 mendatang, kuncinya selain kepatuhan masyarakat untuk tetap menjalankan prokes, perubahan perilaku masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 di Pulau Dewata. Penanganan Covid-19 yang baik ini diharapkan dapat meyakinkan pemerintah pusat untuk mengiizinkan dibukanya Bali untuk wisman.

Seperti diketahui mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia. Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.401.903 orang dan vaksin 2 sebanyak 659.600 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 2.737.760 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 676.257 dosis.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau untuk tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebelumnya Wakil Ketua Kadin Bali Bidang Akomodasi dan Pengembangan Pariwisata, Dr. (C) I Made Ramia Adnyana menyatakan tingkat kepatuhan masyarakat Bali dalam melaksanakan prokes terutama pemakaian masker mencapai 96 persen, standardisasi hotel-hotel dengan sertifikat CHSE, vaksinasi berjalan lancar tentu ini merupakan beberapa indikator bahwa Bali sudah siap.

Ditambah upaya persiapan recovery yang dilaksanakan pemerintah provinsi Bali bekerja sama dengan pemerintah pusat di antaranya melaksanakan vaksin di seluruh kawasan pariwisata yang sudah hampir mencapai 70 persen dengan 2 juta lebih vaksin untuk membentuk herd immunity. Termasuk menggalakkan penanganan Covid -19 berbasis desa adat yang telah menunjukkan efektifitasnya dengan tingkat kesembuhan mencapai 95,5 persen melampaui standard WHO.

Ketua Hipmi Bali, Pande Agus Permana Widura sependapat untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Seribu Pura dengan dibukanya pariwisata bagi wisman. Karenanya imbauan Gubernur Bali agar  masyarakat tetap taat dan disiplin menjalankan prokes serta perubahan perilaku dengan menjalankan prinsip hidup bersih dan sehat perlu diterapkan. *dik

BAGIKAN