Surya Prasetya Wiguna, Perubahan Strategi Pasar

PANDEMI Covid-19 yang menghantam sektor pariwisata di Bali berdampak pada turunnya omzet usaha. Ini salah satunya dialami pria bernama lengkap Kadek Surya Prasetya Wiguna. 

PANDEMI Covid-19 yang menghantam sektor pariwisata di Bali berdampak pada turunnya omzet usaha. Ini salah satunya dialami pria bernama lengkap Kadek Surya Prasetya Wiguna.  Usahanya yang bergerak di bidang penjualan produk cokelat olahan (siap konsumsi) dan dikemas dalam bentuk oleh-oleh (gift), mengalami penurunan permintaan seiring lesunya pariwisata di Bali.

Omzet usahanya yang pada 2017 lalu mencapai Rp 1 miliar, tahun 2018 naik menjadi Rp 7 miliar dan  tahun 2019 mencapai Rp 12 miliar. Sementara pada 2020 yang merupakan tahun pertama pandemi Covid-19, usaha penjualan cokelatnya turun menjadi Rp 4 miliar atau hampir turun 30 persen. ‘’Seiring penurunan omzet, kami terpaksa menurunkan produksi,” tuturnya.

Menyikapi hal tersebut, pria yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT  Cau Chocolate Bali ini melakukan perubahan strategi pasar. Jika sebelumnya fokus pada penjualan mengandalkan pasar lokal menyasar hotel, restoran dan sebagainya, kini beralih ke pangsa pasar domestik dan internasional. Untuk menjangkau pasar internasional, salah satunya dengan memanfaatkan plafon penjualan internasional.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan merealisasikan ekspor olahan cokelat (siap konsumsi) dengan tujuan Qatar setelah sebelumnya mampu menembus pasar sejumlah negara di Asia. “Tahun ini kami berharap dari pasar internasional. Bila ini bisa kontinu, otomatis perolehan omzet berpeluang bisa kembali ke angka capaian seperti tahun sebelum pandemi,” kata Ketua Ketua HIPMI Tabanan ini.

Memanfaatkan bahan baku atau kakao hasil petani Jembrana dan Tabanan, pihaknya  rata-rata mampu memproduksi cokelat olahan 15 ton per bulan. Produk cokelat olahan yang dihasilkan telah memenuhi standar dan sertifikasi organik Amerika, organik Eropa, organik Indonesia, standarisasi pabrik BPOM, GMP  dan mengantongi ISO 9001: 2015. *man

BAGIKAN