Surat Teguran Bappebti Turun, Forum Korban SGB Gelar Demo

Demo digelar karena PT SGB,  belum juga menunjukkan iktikad baik, untuk mengembalikan uang korban pasca turunnya surat teguran dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)

Forum Korban SGB gelar demo di depan kantor PT Solid Gold Berjangka

Denpasar (bisnisbali.com) – Nasabah korban PT Solid Gold Berjangka (SGB)  yang tergabung dalam Forum Korban SGB, Selasa (17/12) kemarin menggelar demo di depan kantor PT SGB Jalan Merdeka, Renon Denpasar. Demo digelar karena PT SGB,  belum juga menunjukkan iktikad baik, untuk mengembalikan uang korban pasca turunnya surat teguran dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), yang mengisyaratkan PT SGB harus bertanggung jawab.

Sekitar pukul 09.00, Forum Korban SGB datang menggunakan truk ke kantor PT SGB dan menyerukan tuntutan agar PT SGB bertanggung jawab sesuai dengan surat dari Bappebti. Demo yang berjalan damai tersebut dikawal ketat pihak kepolisian dan pecalang Desa Sumerta Kelod.

“Kami menggelar demo karena sudah 30 hari dari laporan yang kami sampaikan, namun belum ada upaya PT SGB untuk menyelesaikan. Berdasarkan aturan batas waktu penyelesaian adalah 30 hari,” tutur I Made Warsa, Ketua Forum Korban SGB.

Forum menuntut PT SGB untuk mengembalikan dana yang  diinvestasikan nasabah 100 persen, seperti apa yang sudah dijanjikan. “Jumlah kami sekarang sudah 101 orang dengan total kerugian Rp22 miliar lebih. Kami menuntut SGB untuk menjalankan surat dari Bappebti yang mengharuskan SGB untuk bertanggung jawab,” tandasnya.

Cukup lama berorasi, pihak PT SGB akhirnya mau menemui para pendemo. David Sibarani perwakilan PT SGB dari Jakarta mengatakan akan mencari jalan tengah dan jadwalkan satu hari bertemu 3 orang nasabah dan berjanji menyelesaikan persoalan dalam 3 bulan.

Sementara mendengar jawaban tersebut Forum SGB menolak. “Kami menuntut paling lama satu bulan dana kami sudah dikembalikan. Kami menolak dipanggil satu-satu, karena kami forum jadi harus bersama-sama dan sudah memiliki pengacara,” tukasnya.
Setelah terjadi proses pembicaraan yang alot rencananya akan dilakukan pertemuan lanjutan pada Senin (23/12) di kantor DPRD Bali. Pihak forum korban SGB juga menuntut pernyataan tertulis dari SGB terkait janji penyelesaian hak nasabah tersebut.

Usai demo di depan kantor PT SGB, Forum Korban SGB mendatangi kantor Gubernur Bali dan menyampaikan orasinya. Forum mendesak Gubernur, untuk segera menindaklanjuti surat rekomendasi Dewan tentang penutupan PT SGB karena sampai sekarang masih beroperasi dan akan jatuh korban lebih banyak lagi.

“Sudah sebulan surat rekomendasi Dewan di tangan Gubernur, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Itu yang kita lagi upayakan segera ditindaklanjuti,” terangnya usai diterima Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Bali.

Rencananya forum akan bertemu dengan Gubernur langsung. “Biar kami tahu bagaimana nanti reaksi Pak Gubernur terhadap rekomendasi Dewan itu. Walaupun Kepala Biro mengatakan akan menyampaikan kepada Bapak Gubernur tentang apa yang kita aspirasikan tadi,” tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan aspirasi yang disampaikan kepada Gubernur adalah agar rekomendasi Dewan untuk menutup SGB segera terwujud agar mengurangi terjadinya korban dan  agar uang nasabah bisa segera kembali. *pur

BAGIKAN