Sunday Reggae Santay, Ajang Regenerasi Musik Reggae di Bali

Antida SoundGarden dan Bali Reggeaneration mempersembahkan pagelaran "Sunday Reggae Santay" bertempat di halaman Antida SoundGarden.

Salah satu grup musik Reggae tampil memukau di gelaran "Sunday Reggae Santay" yang digagas Antida SoundGarden dan Bali Reggeaneration.  

Denpasar (bisnisbali.com) –Antida SoundGarden dan Bali Reggeaneration mempersembahkan pagelaran “Sunday Reggae Santay” bertempat di halaman Antida SoundGarden. Acara tersebut dimeriahkan oleh sepuluh band Reggae Bali, yang selama ini telah konsisten menapakkan kakinya di ranah musik bergenre Reggae.

Setelah sempat vakum selama tiga tahun, kini Bali Reggaeneration kembali bangkit dan menunjukkan taringnya di panggung Antida SoundGarden. Komunitas ini sangat semangat dalam menumbuhkembangkan generasi-generasi berikutnya (regenerasi) di dalam musik Reggae.

“Harapan ke depannya adalah memunculkan terus regenerasi musik Reggae di Bali, agar musik Reggae di Bali dapat menjaga eksistensinya,” ujar Made Mayun, selaku Ketua Bali Reggeaneration.

Di dalam perjalanannya, memang Bali Reggaeneration seringkali didukung oleh banyak pihak. “Semasih ada peluang dengan pihak manapun yang dapat diajak bekerjasama dengan Bali Reggaeneration yang saat ini memang masih dalam finansial nol, tentu membuat kami semangat. Hal ini tentu membuka ruang yang lebih besar dalam menjaring musisi-musisi muda Reggae Bali,” tambahnya.

Acara yang tepat dimulai pada pukul 17.00 Wita ini menghadirkan sepuluh band Raggae Bali yang menghentak panggung dengan penampilan mereka masing-masing berdurasi tiga puluh menit. Kesepuluh band tersebut adalah Lubak Q_ul yang merupakan band Reggae pendatang baru, Sandi Lazuardi yang dikenal sebagai pemain saxophone dari band Double T tetapi kali ini menampikan bandnya sendiri, Soullast yang terdiri dari orang-orang yang telah lama di panggung Reggae Bali, The Gunturs, Revelation yaitu band Raggae yang pemainnya dasarnya bergenre rock, Rasta Flute merupakan band yang mempunyai ciri khas tersendiri yaitu menggunakan instrumen suling, Karniforasta yang terdiri dari musisi-musisi muda yang sangat mencintai Reggae, Vermilion yang terdiri dari anak-anak muda yang bertalenta di musik Raggae, dan Upah Hidup.

Bukan hanya itu, kehadiran “Mystery Guest” juga mampu menarik kehadiran penonton. Tamu misterius yang dimaksud adalah Small Axe dan Joni Agung yang masing-masing telah familiar dan memiliki kelompok fans tersendiri.

“Melalui Joni Agung, mereka melihat kiblat musik Reggae Tanah Air, dan bukan hanya itu, mungkin juga mereka percaya bahwa Reggae mempunyai filosofi, bukan sekadar hiburan, tetapi ada ide di baliknya, ada cara hidup di balik musiknya, yang tentu merupakan cara hidup positif dan progresif ke arah yang lebih baik,” tutup Made Mayun. *dar

BAGIKAN