Suku Bunga KUR 6 Persen, Pelaku UMKM Sumringah  

Sejumlah pelaku usaha sumringah menyambut gembira rencana pemerintah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 7 persen menjadi 6 persen pada 2020 nanti.

Denpasar (bisnisbali.com) –Sejumlah pelaku usaha sumringah menyambut gembira rencana pemerintah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 7 persen menjadi 6 persen pada 2020 nanti. Di sisi lain, UMKM juga berharap batas waktu pengembalian kredit lebih panjang dari sebelumnya.

“Saya sangat sambut gembira dengan kebijakan pemerintah yang yang akan menurunkan suku bunga KUR. Sebab, suku bunga murah bagi pelaku usaha memang sesuatu hal yang dinanti-nanti untuk bisa jadi pendorong pertumbuhan usaha,” salah seorang petani jeruk sekaligus pebisnis buah lokal antarpulau, I Wayan Merta, S.Sos., M.M., Jumat (15/11) kemarin.

Terangnya, suku bunga yang murah akan sangat berdampak bagi usaha. Di antaranya, kebutuhan untuk berusaha makin bisa terpenuhi dengan baik yang bersumber dari permodalan KUR. Selain itu, tentunya beban bunga yang harus dibayarkan jadi lebih kecil dari sebelumnya, sehingga pelaku usaha ini memiliki peluang untuk mengalihkan pendapatan salah satunya untuk kebutuhan simpanan.

Jelas Merta, penurunan suku bunga ini akan membuat pelaku usaha makin bergairah dalam berusaha. Kegairahan usaha tersebut tentunya nanti akan berdampak juga pada terdongkraknya laju pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, harapannya penurunan suku bunga KUR ini bisa dibarengi dengan kebijakan lebih panjangnya jangka waktu pengembalian kredit dari batas waktu 5 tahun yang saat ini berlaku menjadi 10-15 tahun.

Asumsinya, saat ini dengan batas waktu kredit KUR yang berlaku sangat singkat. Akibatnya, pelaku usaha belum bisa atau tidak memiliki peluang untuk melakukan pengembangan usaha, karena pendapatan sebagian besar tersedot untuk pengembalian kredit. Sebab itu, dibutuhkan waktu yang lebih panjang lagi bagi UKM dalam memutar laju usaha, sehingga mampu menaikkan daya saing sesuai dengan harapan pemerintah dalam program KUR ini.

“Di luar hal tersebut, untuk evaluasi program KUR yang sudah berjalan cukup baik selama ini,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini KUR sudah disalurkan tepat sasaran oleh bank penyalur. Sebab, pihak bank telah melakukan pengecekan terkait pengajuan KUR dari debitur yang sekaligus merupakan upaya lembaga perbankan dalam mencegah terjadinya kredit bermasalah nantinya.

Hal sama juga diungkapkan, Putu Eka Hartawiguna, penurunan suku bunga KUR pada tahun depan merupakan langkah yang bijak dan tepat. Imbuhnya, penurunan bunga KUR akan mendorong penguatan daya beli dalam upaya memperbaiki kinerja perekonomian agar bisa tumbuh lebih baik pada masa mendatang.

“Manfaat lain kebijakan itu berpotensi akan makin meningkatkan jumlah pelaku usaha kecil nantinya,” kilahnya.

Sementara itu sebelumnya, pemerintah resmi menurunkan suku bunga KUR per 1 Januari 2020 dari 7 persen menjadi 6 persen. Kebijakan ini diambil sesuai arahan Presiden Jokowi yang ingin pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan upaya perbaikan neraca perdagangan dipercepat. *man

BAGIKAN