Suhu Udara Naik, Beban Puncak Listrik Meningkat

Suhu udara di Bali akhir-akhir ini cukup panas. Hal ini memberi pengaruh terhadap penggunaan listrik yang mengalami peningkatan

KENAIKAN - PLN UID Bali mencatat kenaikan beban puncak listrik 4 persen bulan ini.

Denpasar (bisnisbali.com) Suhu udara di Bali akhir-akhir ini cukup panas. Hal ini memberi pengaruh terhadap penggunaan listrik yang mengalami peningkatan. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat kenaikan beban puncak telah mencapai 4 persen atau sekitar 30 mega watt (MW).

Manajer Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya, Jumat (20/11), mengatakan beban puncak tertinggi pada bulan ini mencapai 731,5 MW khususnya pada 19 November lalu. Sebelumnya, beban puncak hanya mencapai 700 MW. “Ada kenaikan sekitar 4 persen,” ujarnya.

Dikatakannya, kenaikan beban puncak yang terjadi saat ini dikarenakan suhu udara panas akhir-akhir ini, sehingga membuat penggunaan air conditioner (AC) meningkat. “Biasanya kalau cuaca panas seperti saat ini, kenaikan beban puncak dikarenakan pemakaian AC meningkat,” terangnya.

Menurutnya, kenaikan beban puncak saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang pernah terjadi tahun 2020 khususnya sebelum pandemi Covid-19. Beban puncak tertinggi tahun ini terjadi pada Januari lalu yaitu 980 MW.

Diakuinya, konsumsi listrik di Bali di tengah pandemi Covid-19 mengalami penurunan tajam. Hal ini dikarenakan banyak industri pariwisata tidak beroperasi secara maksimal. Berdasarkan data, hingga akhir September 2020 konsumsi listrik di Bali mengalami penurunan (minus) 9,53 persen *wid

BAGIKAN