Stok Menumpuk, Usaha Tenun Ikat Stop Berproduksi

Lesunya sektor pariwisata membuat serapan tenun ikat mengalami penurunan.

Gianyar (bisnisbali.com) –Lesunya sektor pariwisata membuat serapan tenun ikat mengalami penurunan. Pengelola Tenun Ikat Putri Ayu, Ida Ayu Puspita Hartaty, Minggu (11/10) mengatakan dalam masa pandemi Covid-19 pelaku usaha tenun ikat lebih mengoptimalkan pemasaran stok yang masih tersisa.

Diungkapkannya, saat ini pasokan tenun ikat menumpuk dan belum terserap pasar. Dengan banyaknya stok tersebut,  pelaku usaha tenun ikat memilih menghentikan produksi.

Puspita mencontohkan tenun ikat Putri Ayu  per  1 September 2020 sudah menghentikan produksi. Kebijakan penghentian produksi diambil karena stok tenun ikat yang sangat banyak. Dampakmya, ya tenaga penenun tidak bekerja. Pekerja tenun itu ada yangberasal dari profesional seni.  ’’Sangat sulit untuk membentuk generasi baru yang mau belajar menekuni bidang seni tenun,” ucapnya.

Menurut Ida Ayu Puspita, selama ini, atau sebelum pandemi,  pemasaran tenun ikat mengandalkan pasar wisatawan yang berlibur ke Bali. Karena tidak adanya kedatangan wisatawan domestik dan internasional, usaha tenun ikat merambah penjualan online.

Ia mengakui karena daya beli masyarakat menurun, penjualan online juga tidak banyak membantu. Ia memahami pada kondisi saat ini masyarakat tentu lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan pokok.

Puspita menambahkan pada masa pandemi ini, pemerintah melalui Dekranasda Provinsi Bali dan Dekranasda  Kabupaten Gianyar telah memberikan beberapa peluang pameran kepada pelaku usaha tenun ikat untuk memasarkan produk. ’’Kami berharap pemerintah tetap memberikan peluang pemasaran yang lebih luas lagi kepada UKM,” tegasnya. *kup

BAGIKAN