Stok Beras Aman,  Gula Menipis

Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Bali, Suhardi Jumat (27/3) di Kantor Bulog Renon Denpasar mengatakan, stok beras di Bali jauh mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga stok dikatakan aman hingga 6-7 bulan ke depan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Bali, Suhardi Jumat (27/3) di Kantor Bulog Renon Denpasar mengatakan, stok beras di Bali jauh mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga stok dikatakan aman hingga 6-7 bulan ke depan. Sementara stok gula pasir diakui mulai menipis, namun impor gula sudah di-ACC pemerintah pusat, sehingga Bali tinggal menunggu jatah yang akan diberikan pusat.

Bulog  Bali mengklaim kecukupan beras di Bali aman apalagi Maret dan April merupakan panen raya sehingga akan menambah ketersediaan stok beras di gudang Bulog. Saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 6.500 ton. Stok beras sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penerima manfaat (KPM) khususnya yang notabene keluarga tidak mampu. Penerima manfaat jumlahnya 118.000 orang dikalikan dengan asumsi konsumsi 10 kg per bulan sehingga 1.180.000 kg atau 1.180 ton. Berarti dalam setahun kebutuhan untuk KPM 12.000-an ton.

Beras Bulog untuk masyarakat umum tidak banyak terserap di pasar mengingat ada perusahaan swasta yang juga menjual beras, dengan image kualitas beras swasta lebih bagus dari beras Bulog. Image itulah yang menyebabkan beras Bulog tidak banyak terserap sehingga ketersediaan beras di gudang Bulog cukup tinggi.
Beras yang ada di gudang Bulog Bali, dikatakan, berasal dari petani lokal, Jawa Timur, dan sebagian beras impor. Impor beras ini dilakukan tahun 2017 dan 2018.
Penutupan beberapa penerbangan dengan adanya wabah virus corona, diakui tidak berdampak pada ketersediaan beras di Bali karena masyarakat Bali tidak semua mengambil beras dari Bulog. Namun ia menduga beras yang disediakan oleh perusahaan swasta yang akan terdampak. Beras Bulog juga tidak masuk ke hotel sehingga tidak berdampak.
Selain beras, Bulog juga menyediakan minyak, gula, telur dan daging.

Tetapi untuk stok gula memang mulai menipis, sehingga harga di pasaran memang mengalami kenaikan. “Tetapi setelah Bulog kemarin dapat izin impor 29 ribu ton gula, kami tinggal menunggu realisasi droping dari pusat. Untuk Bali, kami kemarin mengajukan 2.200 ton,” ungkapnya. Namun pihak mengakui, jatah dari pusat akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing provinsi se-Indonesia.

Sementara stok tepung terigu dikisahkan 13 ribuan ton, minyak goreng 3-4 ribu liter dan daging kerbau 1,5 ribu ton. Dengan kondisi stok pangan seperti itu, pihaknya optimis dapat memenuhi kebutuhan masyarakat bila kondisi terburuk terjadi seperti halnya lockdown sebagai upaya pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19).

“Jadi masyarakat tidak perlu cemas terkait sembako ini. Bulog menjual beras medium Rp8.500 per kilogram untuk yang sudah dikemas, kalau mau ambil langsung ke gudang Rp8.100,” ucapnya.

Pihaknya mengaku secara rutin menggelar pasar murah di depan kantor Bulog Jalan Raya Puputan Renon Denpasar, untuk meringankan beban masyarakat.

Untuk diketahui kebutuhan beras berdasarkan data tahun 2019 tercatat 424.324 ton per tahun. Kebutuhan gula pasir 27.000 ton per tahun. Kebutuhan minyak 958 liter per tahun. *pur

BAGIKAN