Stok Ayam Aman, Harga Turun

Sekitar tiga minggu lagi umat Hindu akan merayakan Galungan dan Kuningan. Permintaan akan kebutuhan pokok dan upakara cenderung mengalami peningkatan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Sekitar tiga minggu lagi umat Hindu akan merayakan Galungan dan Kuningan. Permintaan akan kebutuhan pokok dan upakara cenderung mengalami peningkatan. Beberapa ketersediaan mulai dipantau untuk mengantisipasi lonjakan harga yang terjadi.

Seperti halnya daging ayam yang juga menjadi kebutuhan konsumsi sekaligus upakara kemungkinan akan mengalami peningkatan permintaan. Terlebih di tengah tingginya harga daging babi saat ini yang mencapai Rp 100.000 per kilogram, sehingga perlu adanya kesiapan stok.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali I Ketut Yahya Kurniadi mengatakan stok ayam saat ini masih aman. Ketersediaan stok (populasi) mencapai 4 juta ekor. Jumlah tersebut mencukupi kebutuhan masyarakat di Bali selama satu bulan. “Saat ini tersedia sesuai kebutuhan kita di Bali dengan target 4 juta sebulan. Sementara sebelum Covid (pandemi Covid-19) kita produksi 7 juta hingga 7,5 juta per bulan,” ungkapnya, Senin (22/3) kemarin.

Ketersediaan stok saat ini masih sangat aman termasuk menjelang Galungan nanti. Disebutkannya, di tengah pandemi Covid-19 produksi diturunkan hingga 50 persen. Hal ini dilakukan guna menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga tidak ada stok yang berlebih dan tidak menyulitkan peternak.

Menurutnya, Hari Raya Galungan tidak begitu berpengaruh signifikan terhadap permintaan ayam. Meski begitu, antisipasi tetap dilakukan mengingat harga daging babi cukup tinggi dan kemungkinan adanya permintaan lebih pada daging ayam.

Disinggung soal harga, Yahya menyatakan, saat ini di tingkat peternak harga daging ayam mencapai Rp 20.000 hingga Rp 20.500 per kilogram. Harga ini turun setelah sebelumnya sempat Rp 21.000 hingga Rp 21.500 per kilogram. *wid

BAGIKAN