Stimulus Listrik Diperpanjang Hingga Juni

Pemberian stimulus listrik diperpanjang hingga Juni mendatang. Namun, ada perbedaan pada perpanjangan kebijakan yang memberikan subsidi bagi pelanggan PLN tersebut. P

Denpasar (bisnisbali.com) –Pemberian stimulus listrik diperpanjang hingga Juni mendatang. Namun, ada perbedaan pada perpanjangan kebijakan yang memberikan subsidi bagi pelanggan PLN tersebut. Pemberian subsidi akan dipotong 50 persen dari sebelumnya.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Made Arya, Selasa (16/3) kemarin, mengatakan pemberian stimulus telah berjalan setahun dan akan kembali diperpanjang hingga Juni. Namun, ada perubahan subsidi yang diberikan ke pelanggan. Pelanggan dengan daya 450 VA yang sebelumnya tidak dikenakan biaya listrik alias gratis, hanya akan mendapat diskon 50 persen. Sementara untuk pelanggan 900 VA yang sebelumnya mendapatkan diskon 50 persen, untuk ke depan diskon yang diberikan hanya sebesar 25 persen.

Manajer Sub Bidang Strategi Pemasaran PLN UID Bali Oscar Oraditya menambahkan, keputusan perpanjangan stimulus listrik di tengah pandemi Covid-19 ini berdasarkan atas keputusan bersama Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN. Ada empat golongan yang mendapatkan stimulus dan mengikuti perubahan. Pertama, pelanggan tarif bisnis kecil, rumah tangga kecil dan industri kecil dengan daya 450 VA. Kedua, pelanggan rumah tangga dengan daya 900 VA. Ketiga, pelanggan tarif sosial industri 900 Va dan sosial 450 VA. Keempat pelanggan sosial bisnis industri 1.300 ke atas. Khusus untuk pelanggan sosial bisnis industri 1.300 ke atas yang semula dibebaskan rekening minumum, saat ini hanya mendapatkan diskon 50 persen untuk pembebasan rekening minumum.

Terkait ukuran penghitungan 50 persen, Oscar menjelaskan, dihitung berdasarkan total jam nyala pemakaian maksimal pelanggan selama 1 bulan. “Jika 1 bulan maksimal 24 jam pemakaian dikalikan 31 hari, ketemu jumlah 720 jam maksimal pemakaian. Maka yang dihitung¬† adalah 50 persen dari itu,” terangnya.

Oscar mengatakan, hingga Februari 2021 telah memberi subsidi 244.000 pelanggan di Bali. Dengan pelanggan rumah tangga menjadi pelanggan penerima stimulus terbanyak yaitu 29.000 orang. *wid

BAGIKAN