Standar Berbeda-beda, Jadi Kendala Ekspor 

Peluang ekspor produk makanan dan minuman cukup besar.

Gek Ayu Rusmini Lokikawati

Denpasar (bisnisbali.com) –Peluang ekspor produk makanan dan minuman cukup besar. Namun, kendala ekspor yang dihadapi UMKM selama ini khususnya untuk produk makanan dan minuman, menurut Ketua UMKM Nusantara Gek Ayu Rusmini Lokikawati adalah standar.

“Jadi setiap negara punya standar yang berbeda, sehingga sangat memberatkan bagi UMKM kita apalagi yang baru berkembang. Menurut saya perlu dibuatkan satu atap untuk menyamakan standar. Seperti sharing factory yang sedang viral dibicarakan,” katanya, Selasa (10/12) di Renon Denpasar.

Ia mengatakan, dengan sharing factory nanti akan ada satu atap yang membiayai terkait standar tersebut. Sementara UMKM fokus pada produksi. “Karena kalau setiap UMKM harus memenuhi standar produksi tidak akan mampu. Jadi harus ada wadah dan setiap UMKM bisa mengklaim ini standar kita sudah di sini,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, selain produk makanan dan minuman, banyak produk UMKM baik berupa herbal, spa, dan juga fashion sudah mengikuti standar ekspor. Untuk menggenjot ekspor ia  berharap lebih banyak pertemuan dengan buyer  langsung dan bukan melalui trader. “Dengan ketemu buyer langsung, produk kita dilihat kemudian bisa kita jelaskan. Kalau mereka suka, bisa langsung transaksi waktu itu. Harapan kami, pemerintah lebih sering menggelar temu buyer dengan para pelaku UMKM di Bali,” katanya.

Gek Ayu menambahkan, sebaiknya pemerintah membuat katalog semua produk UMKM Bali yang sudah memenuhi standar ekspor, kemudian bisa di-share ke setiap negara. “Karena kalau kita ketemu buyer satu per satu juga kurang efektif dan memakan waktu. Padahal, bisa lebih simpel, dengan melihat katalog bila buyer tertarik dengan produk UMKM baru dilakukan temu bisnis,” katanya.

Selain untuk peluang pasar ekspor, temu bisnis juga perlu lebih sering dilakukan untuk mempertemukan UMKM dengan supermarket, hotel dan restoran.  “Dengan pertemuan seperti itu maka UMKM selain bisa memperkenalkan produknya, juga bisa menyampaikan berbagai keluhan dan kendala yang dihadapi dalam pemasaran produk ke supermarket, hotel dan restoran,” katanya.

Ia mengatakan, anggota UMKM Nusantara sekitar 100 orang lebih. Sebagian besar UMKM tersebut telah memiliki standar ekspor. *pur

BAGIKAN