Stagnan, Harga Babi Tetap Tinggi

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan nanti, belum terjadi pergerakan harga babi yang signifikan.

DAGING - Salah seorang pedagang daging babi tengah melayani pembeli di Denpasar.

Denpasar (bisnisbali.com) –Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan nanti, belum terjadi pergerakan harga babi yang signifikan. Di tingkat peternak masih berkisar Rp 45.000 hingga Rp 47.000 per kilogram berat hidup. Harga ini masih tinggi, mengingat minimnya jumlah populasi saat ini.

Ketua Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bali I Ketut Hari Suyasa, Kamis (8/4) , mengatakan hingga saat ini permintaan babi belum signifikan. Padahal pada Galungan lalu, permintaan babi sudah mulai tinggi sejak beberapa pekan sebelumnya. Hal ini dikarenakan banyaknya upacara agama atau adat yang diselenggarakan umat Hindu di Bali.

“Pergerakan sudah ada, namun tidak setajam sebelumnya. Seharusnya saat ini sudah banyak karena menjelang Galungan banyak acara yang digelar. Dalam kondisi wabah ini (pandemi Covid-19) tidak banyak upcara yang digelar masyarakat sehingga serapan pun minim,” terangnya.

Serapan babi yang minim membuat harga masih tetap stagnan hingga saat ini. Dia berharap harga babi tidak akan melebihi Rp 52.000 per kilogram berat hidup atau Rp 105.000 per kilogram untuk babi potong.  “Berbeda jika kondisi normal dan daya beli masyarakat masih bagus, maka kondisi sulit akan terjadi mengingat populasi sangat minim saat ini,” ungkapnya sembari mengatakan populasi saat ini masih sekitar 10-20 persen.

Di sisi lain, permintaan babi di luar Bali tinggi. Jika dilakukan pengiriman babi ke luar Bali akan memberi pengaruh terhadap kelangkaan babi di Pulau Dewata dan harga akan melonjak drastis. Untuk itu, bersama GUPBI Bali, pihaknya sepakat tidak melakukan pengiriman babi ke luar Bali saat ini. *wid

BAGIKAN