”Spread” 3-4 Persen, Bunga Kredit Bank bisa Geliatkan Dunia Usaha  

Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 days repo rate (BI 7DRR) kini di kisaran 5 persen.

Layanan nasabah di sebuah bank umum.

Denpasar (bisnisbali.com) –Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 days repo rate (BI 7DRR) kini di kisaran 5 persen. Karenanya, bank-bank komersial semestinya sudah melakukan penyesuaian suku bunga kredit.

Spread 3 sampai 4 persen dari BI 7DRR sudah cukup meng-cover risiko kredit sehingga suku bunga pinjaman bank sudah bisa single digit (di bawah 10 persen.

“Bunga pinjaman spread 3-4 persen dari bunga acuan BI atau kisaran 8-9 persen per bulan sudah pasti akan membuat dunia usaha di Bali ini bisa lebih bergeliat,” kata pemerhati perbankan Nyoman Sender di Sanur, Selasa (14/1) kemarin.

Ia yang lama bergelut di industri perbankan ini mengatakan, tidak dipungkiri bunga pinjaman bank masih belum semuanya mengalami penurunan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun tentu tidak bisa memberikan sanksi hukum bagi perbankan yang belum menurunkan bunga pinjaman.

OJK diakuinya paling sebatas memberikan imbauan yang tidak imperatif sifatnya atau  tidak bisa memaksa karena bank-bank pelaksana punya hitungan-hitungan tersendiri. Terutama, bagi bank yang memiliki risiko kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) masih tinggi.

“Mereka perlu pendapatan dari spread bunga untuk meng-cover biaya-biaya operasional dan nonoperasionalnya,” ujarnya.

Ia pun berharap pada 2020 ini bank pelaksana secara teoretis harus meningkatkan portfolio kreditnya agar bisa survive, tetapi masalahnya ekspansi kredit juga terkendala berbagai hambatan. Faktor-faktor non-ekonomi seperti ketidakpastian hukum, gejolak politik menjelang pilkada serentak 2020, bencana alam di berbagai daerah cukup mengganggu. *dik

BAGIKAN