Sosialisasikan Nangun Sat Kerthi Loka Bali , Putri Koster Semangati Yowana Ciptakan Peluang Kerja

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyemangati para yowana (pemuda dan pemudi) untuk menciptakan lapangan atau peluang kerja.

Bangli (bisnisbali.com) –Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyemangati para yowana (pemuda dan pemudi) untuk menciptakan lapangan atau peluang kerja. Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli, Rabu (12/2).

Sosialisasi ini digelar Yayasan Dharma Naradha bekerja sama dengan Pemprov Bali, KMB dan didukung Sampoerna untuk Indonesia. Selain Ny. Putri Koster, acara ini dihadiri Gubernur yang diwakili Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, Bupati Bangli Made Gianyar, Ketua Yayasan Dharma Naradha Satria Naradha, Ketua TP PKK Bangli, tokoh masyarakat dan bendesa adat se-Batur, serta sejumlah kepala sekolah dan siswa.

Di sela-sela menyampaikan materi, Putri Koster sempat melontarkan sejumlah pertanyaan. Dua yowana yang ingin menjawab dipanggil ke atas panggung.

Di atas panggung itulah, Putri Koster sempat menanyakan cita-cita sepasang yowana tersebut. Keduanya ingin bekerja di sektor pariwisata yakni di biro perjalanan dan satunya ingin bekerja di kapal pesiar. Putri Koster pun mendukung cita-cita keduanya karena memang Bali memiliki basis pariwisata.

Namun Putri Koster berharap, keduanya tidak sekadar bercita-cita menjadi karyawan atau pekerja. “Setelah jadi pekerja, berikutnya harus bisa menjadi pemilik atau pengusaha,” ujarnya.

Dia mencontohkan, jika sekarang sebagai pekerja kapal pesiar, suatu saat harus berupaya menjadi pemilik kapal pesiar. “Hal ini bukan sesuatu yang tidak mungkin,” tegasnya.

Dengan menjadi pengusaha, kata Bunda Putri, tak hanya berguna bagi diri dan keluarga. Namun manfaatnya jauh lebih besar karena bisa menyediakan lapangan kerja bagi orang lain dan tentu saja mampu mengurangi angka pengangguran.

Terkait dengan posisinya sebagai Ketua TP PKK Bali, dirinya harus bersinergi dengan Pemprov Bali dalam merancang sejumlah kegiatan. Saat ini, katanya, persoalan sampah masih mendominasi.

Hal ini terjadi karena sejak dulu pengelolaan sampah belum tepat sasaran. Sampah hanya dipindahkan ke tempat lain. Misalnya dari satu kabupaten ke wilayah lainnya. Karena hanya ditimbun, katanya, tentu saja suatu saat tempat penampungan akan penuh serta memunculkan bau tak sedap dan dipastikan mencemari lingkungan.

Untuk inilah, TP PKK Bali memberi atensi terhadap sampah dengan cara pengolahan di rumah tangga masing-masing. Ini sangat sejalan dengan program Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang merupakan program Pemprov Bali. “Mengolah sampah berbasis sumber,” tegasnya. *sar

BAGIKAN