”Soil Level” Uang di Bali Lampui Target Nasional

Standar kelusuhan uang atau soil level di Pulau Dewata dari tahun ke tahun kian membaik.

Standar kelusuhan uang atau soil level di Pulau Dewata dari tahun ke tahun kian membaik. Soil level uang di Bali pada 2019 bahkan melampui target nasional. Berapa soil level uang di Bali?

SEBAGAI daerah kunjungan wisatawan dari berbagai negara, uang yang beredar di Bali sudah seharusnya dalam kondisi yang baik dan layak edar. Ini dalam upaya clean money policy (kebijakan uang bersih) di Bali sebagai etalase dunia. Kebijakan clean money policy mengupayakan uang yang beredar dalam kondisi layak edar. Uang layak edar bukan berarti baru, namun uang dalam keadaan bersih, tidak lusuh, tidak robek maupun tidak ada tulisan-tulisannya.

Seperti dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Trisno Nugroho, standar kelusuhan uang di Bali telah melampui target nasional yaitu di atas 10.

Soil level uang di Bali pada 2019 mengalami peningkatan yang bagus atau berarti kualitas uang dalam kondisi yang sangat baik. Bisa dikatakan Bali termasuk salah satu daerah yang cukup tinggi soil level uangnya sehingga pada 2020 ini harus dapat dipertahankan,” katanya.

Oleh karena itu, KPw BI Bali gencar melakukan penukaran uang lusuh dengan uang-uang yang baik dan layak edar. Menurut Trisno, soil level memiliki tingkatan yaitu 1-16. Makin tinggi soil level, makin baik uang yang beredar. Di Bali pada sepanjang 2019, untuk uang pecahan besar (UPB) soil level berada di atas level 10, begitu pula untuk pecahan kecil (UPK) pada 2019, soil level berada di atas level 10.

 “Ada pun untuk uang dengan tingkat kelusuhan 1, itu merupakan uang-uang yang sudah sangat lusuh dan tidak layak edar dan harus dimusnahkan. Beda halnya soil level 16, merupakan uang-uang baru,” ujarnya.

Lebih lanjut Trisno menerangkan, untuk soil level ukuran kelusuhan uang rupiah dibagi dua. UPK di bawah Rp20.000 dan UPB Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Soil level Bali pada  2019 semua melebihi target soil level nasional baik UPK dan UPB di atas 10 termasuk sangat baik.

Ia menyatakan target nasional soil level di atas 7 untuk UPK dan 8 UPB. Semua bank di Bali, diakui kalau menerima uang lusuh dari masyarakat umumnya di bawah level 7 dan dikirim ke BI untuk ditukarkan uang baru.

“Uang lusuh yang ada di masyarakat disetorkan ke BI untuk ditukarkan dengan yang baru dan wisatawan mancanegara  maupun wisatawan Nusantara serta masyarakat Bali bisa memakai uang yang bagus atau dalam istilah BI uang layak edar,” imbuhnya.

Pada 2020 ini, bank sentral selain berupaya menarik uang lusuh dari masyarakat dan bank, agar uang yang beredar di Bali adalah uang dengan kondisi yang baik dan layak edar, BI selalu mengimbau kepada masyarakat supaya memperlakukan uang rupiah dengan baik dan benar. Seperti penerapaan 5 D yaitu tidak diremas, dibasahi, dicoret, dilipat dan distaples.

“BI juga terus mengedukasi kepada masyarakat bagaimana memerlakukan uang rupiah agar tetap bagus. Bila ada uang yang tidak layak edar dapat ditukarkan di bank-bank terdekat,” tegasnya. *dik

BAGIKAN