Soal Pembatasan Aktivitas, Perumda Pasar Sewakadharma Tunggu Arahan Gugus Tugas

Meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Denpasar membuat pemerintah kembali memberikan perhatian khusus terhadap pengaturan masyarakat di kawasan pasar.

PASAR - Aktivitas di pasar tradisional menjadi perhatian pemerintah dalam kaitannya menekan penyebaran Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) Meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Denpasar membuat pemerintah kembali memberikan perhatian khusus terhadap pengaturan masyarakat di kawasan pasar. Hal ini mengingat pasar menjadi salah satu tempat berkumpulnya banyak orang yang rentan penyebaran Covid-19.

Terkait hal tersebut, Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, Senin (21/9), mengatakan, saat ini penerapan protokol kesehatan (prokes) dan penyediaan sarana pendukung masih dilakukan seperti sebelumnya. Pihaknya mengaku masih menunggu arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar terkait pengaturan kembali aktivitas di pasar. “Kami masih menunggu arahan lebih lanjut jika ada pembatasan lagi,” ujarnya.

Soal penerapan prokes, pria yang akrab disapa Gus Kowi ini menjelaskan, pihaknya membuat aturan berikut dengan sanksi terhadap penggunaan masker, penyediaan tempat cuci tangan di dalam ataupun di area pasar, penyediaan bilik sanitasi serta imbauan terus menerus untuk menjaga jarak. Pemasangan sekat pembatas dari plastik juga dilakukan.

Hal senada diungkapkan Kepala Pasar Kereneng Ni Made Tantri. Dia mengaku berupaya semaksimal mungkin untuk memperketat penerapan prokes di Pasar Kereneng. “Tempat cuci tangan kami perbanyak dan kami selalu mewajibkan baik pedagang ataupun untuk memakai masker dengan benar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari mengatakan, pihaknya terus menerus mengedukasi para pelaku pasar dan pengunjung untuk menaati prokes berniaga. Pihaknya juga mengajak pedagang memanfaatkan layanan dalam jaringan (daring) untuk mengurangi kontak langsung dengan pembeli.

“Melalui pengelola pasar, kami terus ingatkan pada pengunjung agar tetap menggunakan masker, cuci tangan dan mengatur jarak. Termasuk untuk masyarakat kami edukasi untuk mengurangi kunjungan ke pasar dengan mengatur kebutuhan belanja untuk beberapa hari,” terangnya. *wid

BAGIKAN