Sistem P2P Lending, BPR Akui tak Tersaingi Fintech

Dirut BPR Kas, N. Rio Christian memastikan keberadaan fintech peer to peer (P2P) lending tidak menyaingi lembaga keuangan maupun perbankan.

Mangupura (bisnisbali.com) –Dirut BPR Kas, N. Rio Christian memastikan keberadaan fintech peer to peer (P2P) lending tidak menyaingi lembaga keuangan maupun perbankan. Dengan sistem P2P atau mempertemukan pemilik dana dengan peminjam, fintech bisa berkolaborasi dengan BPR.

“Adanya kolaborasi yang baik antara fintech dengan BPR maka penetrasi ke UMKM makin mudah dan cepat. BPR dengan hadirnya fintech warnai perkembangan bisnis untuk pengembangan UMKM,” katanya di Kuta, Rabu (29/1) kemarin.

Menurutnya fintech bukan pesaing namun bisa menjadi partner untuk berkolaborasi karena system P2P lendingnya. Ia mencontohkan fintech P2P lending pundiku. Fintech ini sebagai media atau kendaraan menyalurkan kredit permodalan kepada pelaku usaha di Bali. BPR atau lembaga keuangan bisa sebagai pendana sedangkan peminjam bisa UMKM atau pelaku usaha.

Berdasarkan POJK No. 77/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi hanya boleh calon peminjam mendapatkan fasilitas maksimum dua miliar rupiah. “Kini tergantung bisa tidak BPR mengakomodasi kebutuhan UMKM,” ujarnya.
Pihaknya pun menjelaskan berkolaborasi dengan pundiku, tetap pembiayaan dibagi berdasarkan wilayah. Misal ada peminjam dari Buleleng maka akan mengutamakan BPR yang ada di Buleleng. Begitupula jika ada pinjaman daerah lain sehingga terjadi pemertaaan dengan fintech dan BPR.

Rio pun menegaskan dari sisi bunga sama dengan yang berlaku di BPR. Kolaborasi dengan fintech P2P lending untuk mendapatkan debitur tanpa membuka cabang. Pihaknya tidak menutup kemungkinan ke depannya akan berkolaborasi dengan LPD dan koperasi mengingat fintech P2P hanya sebagai wadah.*dik

BAGIKAN