Sisi Ekonomi, Pemberlakuan PKM Percepat Revolusi Industri 4.0

Pemerintah Kota Denpasar berencana segera menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) non-PSBB berbasis Desa/Kelurahan dan Desa Adat.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pemerintah Kota Denpasar berencana segera menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) non-PSBB berbasis Desa/Kelurahan dan Desa Adat. Terkait hal itu, pemerhati ekonomi, Prof. Dr. IB Raka Suardana, M.M. di Renon, Senin (11/5)  mengatakan, PKM merupakan upaya pemerintah untuk menekan penyebaran sekaligus percepatan penanganan covid-19.

“Di tengah pandemi corona saat ini tentu kesehatan harus diutamakan terlebih dahulu,” katanya.
Ekonom dari Undiknas University ini mengakui dari sisi ekonomi tentu akan mengalami gangguan karena aktivitas masyarakat atau manusia akan mengalami keterbatasan. Namun pengaruh itu sangat kecil dibandingkan positif yang bisa diperoleh yaitu memutus penyebaran covid-19.

Dengan pemberlakuan PKM, kata Prof. Raka, sejatinya ada beberapa hal positif bisa diperoleh selain memutus penyebaran covid-19 seperti mempercepata revolusi industry 4.0. Revolusi industry 4.0 yaitu semua kegiatan sudah beralih ke arah digital sehingga interaksi antara manusia dan teknologi sudah tidak terelakkan lagi. Kegiatan masyarakat mulai kebutuhan, jasa, jual-beli, perbankan hingga transaksi pembayaran secara digital menggunakan dalam jaringan (daring) atau online.
“Dengan PKM maka geliat ekonomi masih bergerak, dari sisi konsumsi atau belanja masyarakat bisa menggunakan transaksi nontunai,” jelasnya.

Transaksi masyarakat kini sudah banyak mengarah online. Karena itu, mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas University ini menilai, inilah saatnya yang tepat proses perubahan sambil mendidik masyarakat. Di tengah merebaknya virus corona, membuat setiap orang dituntut memiliki kemampuan untuk berinovasi dengan menciptakan ide bisnis yang sesuai dengan kondisi saat ini.

“Terbukti, mereka yang sebelumnya diurumahkan atau menganggur akibat pemutusan hubungan kerja bisa produktif sekarang membuat usaha. Contoh kuliner. Tawaran berbagai jenis makanan banyak mereka lakukan secara online dan manfaatkan jejaring sosial,” paparnya.
Selain itu supermarket juga sudah menerapkan layanan pembelian sistem online. Itu berarti kondisi ekonomi tidak terganggu namun ada positifnya.

“Masyarakat dididik dengan loncatan budaya gunakan transaksi nontuani dan belanja online,” imbuhnya.
Hal sama dikatakan pemerhati ekonomi lainnya, Kusumayani, M.M. Baginya PKM tidak akan membuat penurunan aktivitas ekonomi karena bukan lockdown. PKM diperlukan untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.
“Meski dilakukan pembatasan, aktivitas masyarakat masih bisa berjalan. Tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan,” jelasnya.

Diakui ekonomi masih bergerak karena ada kabar pasar tetap buka meski ada aturan pedagang di pasar diatur jaraknya. Tidak hanya pengaturan jarak antar pedagang, para pedagang dan pengunjung yang datang ke pasar wajib memakai masker. Begitupula tempat lainnya adanya pembatasan tempat duduk, diutamakan pelayanan take away, pelayanan dan pengunjung wajib pakai masker.
Seperti diketahui dasar pemikiran dikeluarkan kebijakan PKM ini, karena melihat masih banyaknya masyarakat yang melakukan ativitas diluar rumah dan belum disiplinnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan seperti Sosial Distancing, Physical Distancing, serta masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah.
Untuk itu beragam hal yang turut diatur dalam Perwali PKM ini meliputi bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah dari rumah, penerapan protokol kesehatan, pengetatan pengawasan perbatasan dan penduduk pendatang yang masuk Kota Denpasar, serta penggunaan masker, termasuk juga kegiatan usaha masyarakat seperti rumah makan, restoran, toko, pasar tradisional dan usaha lainnya.

Masyarakat bisa dikenai sanksi jika tidak disiplin untuk melaksanakan aturan ini. Sanksinya mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, penghentian sementara tempat usaha, penutupan usaha hingga pencabutan izin usaha.*dik

BAGIKAN