Sikapi Virus Corona,  Masyarakat Diminta tak Panik

Sikapi virus corona yang telah berdampak pada dua warga negara Indonesia (WNI) karena sebelumnya pernah bertemu dengan warga Jepang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika mengimbau agar masyarakat tak panik atau  khawatir yang berlebihan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sikapi virus corona yang telah berdampak pada dua warga negara Indonesia (WNI) karena sebelumnya pernah bertemu dengan warga Jepang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika mengimbau agar masyarakat tak panik atau  khawatir yang berlebihan. Di sisi lain, hingga saat ini di Kabupaten Tabanan belum ada laporan warga diduga terpapar atau suspect virus corona.

“Saat ini Kabupaten Tabanan sendiri sudah siap apabila ada warga yang diduga terpapar atau suspect  virus Corona. Sebab, kami sudah memiliki fasilitas ruang perawatan, begitu juga petugas yang sudah terlatih dalam penanganan virus,” tuturnya, belum lama ini.

Bercermin dari itu, terangnya masyarakat harap tetap tenang, selama memang tidak bepergian ke daerah endemic virus corona. Sejauh ini akuinya memang, virus ini belum ada obatnya, sehingga masyarakat harus menjaga kesehatan tubuh. Sebab, bila tubuh sudah sehat, maka virus tidak akan bisa menyerang dan mati.

Di sisi lain, terkait dengan kekhawatiran masyarakat sehingga memburu masker karena mencegah tertular, menurut dr. Suratmika, pola pikir tersebut justru keliru. Paparnya, bila seseorang dalam kondisi badan yang sehat tidak perlu memakai masker. Mereka (masyarakat) hanya cukup tetap menjaga kesehatan tubuh, sehingga tidak mudah tertular virus termasuk virus corona.

Sementara itu, di tempat terpisah salah seorang masyarakat, Adi Wijaya mengungkapkan, merasa waswas pascamendengar informasi resmi dari pemerintah (Presiden Jokowi) dengan ada WNI yang terdampak dari virus corona. Betapa tidak, sebelumnya ada banyak anggapan yang menyebutkan dengan kondisi  Indonesia yang beriklim tropis akan mematahkan penyebaran virus corona, namun dengan sudah adanya korban anggapan tersebut jadi terbantahkan saat ini.

“Artinya ketika sudah masuk ke Indonesia, maka siapa saja akan dimungkinkan terkena atau terdampak,” ujarnya.

Terkait pencegahan, pihaknya selain menjaga kesehatan tubuh, juga melakukan antisipasi dengan membeli masker. Sayangnya, saat ini tidak banyak toko maupun pusat perbelanjaan yang menyediakan masker, dan kalau pun ada harganya cukup mahal untuk dijangkau.

“Kami berharap pemerintah bisa menyikapi melambungnya harga masker ini. Jangan sampai ada pihak yang melakukan penimbunan untuk mencari untung,” tegasnya. *man

BAGIKAN