Sidak Masker di Denpasar, Denda Terkumpul Rp 20,2 Juta  

Selama 39 hari penyelenggaraan operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) di Denpasar telah menindak 202 orang yang melakukan pelanggaran tidak memakai masker.

PROKES - Operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) di Denpasar, Kamis (15/10).

Denpasar (bisnisbali.com)-Selama 39 hari penyelenggaraan operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) di Denpasar telah menindak 202 orang yang melakukan pelanggaran tidak memakai masker. Dengan itu terhitung denda yang telah terkumpul mencapai Rp 20,2 juta per Kamis (15/10) kemarin.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan per Kamis (15/10) kemarin, pihaknya kembali menjaring 17 orang pelanggar pada sidak yang digelar di seputaran Kelurahan Kesiman dan Kelurahan Dauh Puri Denpasar. Dari 17 orang yang melanggar, Sayoga mengaku 8 orang tidak menggunakan masker dan 9 orang menggunakan masker namun tidak dengan benar. Maka sesuai dengan Peraturan Gubenur maka 8 orang yang tidak menggunakan masker di denda sebesar Rp100.000 sedangkan lagi 9 orang diberikan pembinaan sehingga mereka menggunakan masker dengan benar.

Demikian dikatakannya, jika digabungan dengan data sebelumnya, total pelanggaran prokes dalam sidak yang berlangsung sejak 7 September lalu yiatu 425 orang pelanggar dengan 202 orang di antaranya dikenakan denda serta sisanya mendapatkan pembinaan. “Tim telah beberapa kali melakukan operasi penertiban atau sidak masker di beberapa lokasi di Kota Denpasar, namun masih banyak yang melanggar,” ujarnya.

Mengingat saat ini sudah diberlakukan sanksi denda tersebut, pihaknya menghimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker jika beraktivitas keluar rumah. Karena ada peraturan yang mengatur dan bukan semata mata mendenda atau mencari kesalahan orang, namun kegiatan ini tujuannya adalah dalam upaya menegakkan disiplin Prokes dalam pencegahan Covid-19.

Dewa Sayoga juga menjelaskan dalam Peraturan Gubernur tersebut pencegahan lebih baik daripada mengobati. Mengingat penularan Covid-19 yang semakin meningkat pihaknya meminta agar masyarakat lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan.  *wid

BAGIKAN