Siapkan Fasilitator, Dekopinwil Bali Gelar Diklat TOT

Guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) koperasi melalui sertifikasi kompetensi, Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali menggelar Diklat Training of Trainer (TOT) bagi para penggiat atau pemerhati koperasi se-Bali, Rabu (18/12) di Renon Denpasar.

DIKLAT - Kepala UPTD Provinsi Bali, Dewa Ayu Putu Kariini, S.E., M.Si., dan Plt. Ketua Dekopinwil Bali, I Ketut Tiwi Effendhi foto bersama dengan peserta Diklat TOT.

Denpasar (bisnisbali.com) –Guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) koperasi melalui sertifikasi kompetensi, Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali menggelar Diklat Training of Trainer (TOT) bagi para penggiat atau pemerhati koperasi se-Bali, Rabu (18/12) di Renon Denpasar. Hal ini untuk menghadiri persaingan di era revolusi industri 4.0 ini, sehingga peningkatan kualitas SDM dirasa sangat penting.

Kepala UPTD Provinsi Bali, Dewa Ayu Putu Kariini, S.E., M.Si., yang mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, saat membuka kegiatan mengatakan, koperasi diharapkan terus tingkat daya saing melalui peningkatan kualitas SDM.

“Dengan mencetak fasilitator melalui TOT ini, nantinya diharapkan akan mampu membimbing gerakan koperasi menjadi lebih kompeten ke depannya. Karena kita, sudah berada di era revolusi industri 4.0, sehingga nantinya para fasilitator ini diharapkan bisa menggawangi dan mengawal, seandainya ada hal-hal yang perlu dikonsultasikan,” katanya.

Ia menambahkan, dengan demikian berbagai persoalan koperasi yang sedang marak saat ini, seperti koperasi yang mangkrak dapat segera dikonsultasikan dengan fasilitator, sehingga tujuan pemerintah membangun ekonomi berbasis lokal dengan koperasi diharapkan dapat mendukung keuangan UMKM yang belum bisa mengakses permodalan lain dapat terwujud.

Plt. Ketua Dekopinwil Bali, AKBP (Purn) I Ketut Tiwi Effendhi mengatakan, Diklat TOT ini ditujukan agar di tiap kabupaten/kota memiliki fasilitator dan pelatih. Fasilitator nantinya menjadi mitra strategis dalam meningkatkan SDM perkoperasian yang kompeten setelah para fasilitator memiliki sertifikat profesi.

“Dengan ada fasilitator di tiap daerah, maka uji kompetensi nanti bisa digelar di daerah masing-masing, sehingga tidak perlu ke Denpasar untuk uji kompetensi. Dengan demikian, dari segi biaya dan juga risiko dapat ditekan,” kata Tiwi.

Melalui TOT, Dekopinwil Bali berupaya mengembangkan tenaga-tenaga pengelola koperasi yang kompeten, profesional dan berkarakter melalui uji kompetensi, selain itu juga meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha koperasi melalui prinsip dan jati diri koperasi serta bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Para peserta TOT juga dibekali dengan pengetahuan tentang teknologi, karena Dekopinwil Bali akan bekerja sama dengan A-money untuk menyeragamkan pembukaan koperasi di seluruh Bali.

Dengan sertifikasi, para pengurus koperasi maka anggota akan yakin nama koperasi dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten yang profesional dan memiliki daya saing serta memiliki integritas.

TOT sertifikasi BNSP kali ini diikuti 26 orang,  kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dari 18 hingga 20 Desember 2019. Dengan adanya tenaga fasilitator kompetensi diharapkan nantinya dalam menyelenggarakan kegiatan sertifikasi profesi di kalangan gerakan koperasi dapat dijalin kerja sama tiap-tiap kabupaten/kota dengan memanfaatkan fasilitator yang berasal dari gerakan koperasi.

“Kami juga berharap dengan TOT ini terjadi regenerasi, karena lima tahun ke depan pengurus koperasi saat ini belum tentu masih bisa mengurus koperasi dan sudah waktunya pensiun, sehingga generasi mudalah yang diharapkan dapat membawa gerakan koperasi menjadi lebih maju,” katanya. *adv

BAGIKAN