SGB agar Fokus Kembalikan Dana Nasabah

Entah upaya apa yang tengah dilakukan PT Solid Gold Berjangka (SGB).

SGB - Suasana di depan kantor SGB  yang masih beroperasi.

Denpasar (bisnisbali.com) –Entah upaya apa yang tengah dilakukan PT Solid Gold Berjangka (SGB). Di tengah kasus hukum dengan ratusan nasabah yang merasa dirugikan, tiba-tiba SGB door to door memberikan fee yang tertunda kepada para mantan marketingnya. Melihat gelagat mencurigakan tersebut, Ketua Yayasan Konsumen Bali, Ketut Udi Prayudi, berharap Polda Bali mengambil langkah proaktif melakukan penyelidikan atas kasus ini apalagi sudah ada laporan masyarakat.

Ditegaskan, seharusnya SGB  fokus pengembalian penuh dana nasabah. “Jangan ada kesan bahwa SGB tidak punya tanggung jawab, apalagi nasabah yang merasa ditipu makin bertambah,” terang Prayudi, Selasa (21/1) di Denpasar.

Ia khawatir bila kasus ini berlarut-larut, akan timbul hal-hal yang tidak kondusif yang malah merugikan Bali secara keseluruhan di tengah upaya pemulihan ekonomi  dan meningkatkan minat investasi di tengah masyarakat Bali.  “Pimpinan daerah harus segera turun tangan untuk kasus ini. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut dan menimbulkan keputusasaan dan main hakim sendiri,” tandasnya.

Dari apa yang dilakukan SGB, ada kecurigaan upaya melepas tanggung jawab. “Kita curiga kalau SGB ingin cuci tangan dengan menyalahkan marketingnya. Apa pun itu SGB harus bertanggung jawab penuh sebagai perusahaan yang menaungi marketingnya. Sikap yang tidak patut kalau itu dilakukan SGB. Ini makin membuat suasana tidak kondusif di Bali,” ungkapnya. Hal tersebut harus dihindari, apalagi para mantan marketing sudah menyadari kesalahan SGB makanya marketing berpihak pada Forum Korban SGB. “Ini akan jadi hal yang dikhawatirkan pihak SGB. Dikira marketing berpihak kepada SGB faktanya marketing membela siapa yang benar,” tandas Prayudi.

Untuk itu ia berharap pihak berwenang segera turun tangan ikut menyelesaikan masalah yang berlarut-larut tersebut. “Yang pertama pemerintah harus menghentikan sementara operasioanal SGB dan fokus pada pengembalian dana nasabah sesuai rekomendasi DPRD Bali. Kedua menghentikan penerimaan nasabah baru agar tidak timbul korban baru dan Polda Bali agar mengambil langkah proaktif melakukan penyelidikan atas kasus ini karena sudah ada laporan masyarakat,” tukasnya.

Ditemui terpisah Ketua Forum Mantan Marketing SGB, Raodatul Jannah membenarkan upaya yang dilakukan PT SGB yang menghubungi para mantan marketing SGB untuk memberikan komisi yang dulu ditahan. “Kami dihubungi via telepon, katanya mau diberi komisi yang ke hold.  Waktu saya tanya tujuannya apa, pihak manajer tidak mau menjelaskan,  dan jawaban dia hanya ingin membagi komisi yang ke hold,” tutur Raodatul.

Dikatakan, dari 45 orang anggota Forum Mantan Marketing SGB semuanya menolak tawaran tersebut, karena tidak ingin lagi menerima apa-apa dari SGB. Ditanya terkait upaya SGB cuci tangan dan mengalihkan tanggung jawab pada para marketing,  ia mengatakan belum bisa memastikan. “Saya belum bisa pastikan hal itu, tetapi secara awam, orang bisa berpikiran seperti itu karena masih begitu banyak teka-teki antara forum dan SGB,” ucapnya.

Ditegaskan, Forum Mantan Marketing SGB  sudah komit untuk menolak fee yang ditawarkan SGB tersebut. “Saya sudah tanyakan kepada teman-teman, mereka semua sudah konfirmasi dan menolak fee yang ditawarkan dari SGB. Karena dari yang saya dengar waktu mediasi verifikasi kemarin, pihak SGB seperti berupa mengalihkan tanggung jawab kepada marketing. Saya berpikiran seperti itu, karena mereka selalu menyinggung marketing dan pembagian fee 30 dolar dari setiap transaksi nasabah dibagi  dua antara SGB dan marketing,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, Forum Mantan Marketing SGB, sudah menyiapkan upaya  antisipasi bila dilimpahi kesalahan oleh SGB. “Kami pastinya tidak mau, kalau kami dijadikan kata kasarnya (tumbal) dari SGB,” pungkas wanita yang sekitar 5 bulan menjadi marketing SGB tersebut. *pur

BAGIKAN